Sleman Tingkatkan Produktivitas Buah Salak

  • 21 Okt 2024 19:14 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Sleman: Kabupaten Sleman menjadi daerah sentra produksi salak, yang tersebar di sejumlah kapanewon seperti Tempel, Turi, dan Pakem. Sehingga buah salak menjadi salah satu ikon daerah yang khas, dan memberi kontribusi ekonomi yang cukup tinggi bagi petani.

Peningkatan produksi salak khas Sleman telah dilakukan, untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan macanegara. Pengembangan salak di Sleman sebagai ikon daerah terfokus dalam dua hal, yaitu kurang produktifnya tanaman salak karena faktor usia tanaman dan serangan hama lalat buah.

”Permasalahan produksi salak sebagai ikon daerah yang khas ini telah ditangani melalui peningkatan luasan lahan tanam dan gerakan pengendalian lalat buah,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Suparmono, Senin (21/10/2024).

Pemkab Sleman juga memfasilitasi bantuan pupuk organik, pupuk kimia dan ember untuk proses pencangkokan atau peremajaan. Serta penerapan Good Agricultural Practices (GAP) melalui kegiatan sekolah lapang, pelatihan, bimbingan teknis dan pendampingan petani.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, upaya peningkatan produksi salak menunjukkan hasil yang signifikan. Tahun 2019 luasnya 2163,43 hektar, Tahun 2023 sebesar 1240,5 hektar.

”Produksi salak pada 2019 sebesar 510.111,73 kuintal dan 2023 sebesar 483.895,16 kuintal,” ucap Suparmono. (r-ws)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....