Gema Takbir Jogja 2026 Siap Digelar, Gemakan Syiar Tauhid dan Lingkungan
- 18 Mar 2026 13:46 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Angkatan Muda Muhammadiyah Gondomanan Kota Yogyakarta (AMM Gondomanan) kembali akan menyelenggarakan Gema Takbir Jogja. Event yang menjadi kegiatan rutin di malam Idulfitri yang akan dilaksanakan pada Kamis, 19 Maret 2026 di Plataran Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta.
Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, mengacu pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026, sehingga maka akhir Ramadan dan juga takbiran jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.
Pada tahun ini Gema Takbir Jogja mengambil tema "Takbir Menggetarkan Hati, Meneguhkan Tauhid, Membumikan Lingkungan” sebagai ungkapan rasa syukur setelah berpuasa selama sebulan penuh ini. Tidak hanya sebagai perayaan menjelang Idulfitri saja, tetapi juga diharapkan dengan event ini sebagai sebuah wadah persaudaraan di antara warga Yogyakarta, khususnya pada generasi muda ketika takbir berkumandang.
Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Gondomanan Yogyakarta (PCPM Gondomanan), Ardiansyah Niwata mengatakan, dalam event Gema Takbir Jogja ini, kami juga mengutuk serangan brutal Amerika Serikat dan Israel yang dilancarkan ke Palestina, Iran, dan Libanon pada bulan suci Ramadan ini dan menimbulkan banyak korban jiwa masyrakat sipil.
"Kami juga menghimbau agar Indonesia juga ikut mengutuk serangan itu dan kembali kepada Khittah dalam Konstitusi Negara, Indonesia adalah Bangsa menerapkan Non-Blok dan juga Bebas Aktif tidak berpihak kepada penjajah," katanya, Rabu, 18 Maret 2026.
Gema Takbir Jogja juga sebagai upaya menggugah kesadaran pentingnya menjaga kelestarian bumi, di tengah isu kelestarian lingkungan dan juga krisis sampah di Yogyakarta, yang semakin nampak terjadi dan memprihatinkan. Melalui event ini mengajak meningkatkan kesadaran akan dampak krisis lingkungan terutama sampah yang terjadi di Yogyakarta dan pentingnya untuk menjaga lingkungan merupakan bagian dari ajaran Muhammadiyah untuk menjaga kelestarian lingkungan dan merawat bumi dengan baik.
Peserta Gema Takbir Jogja juga akan menggunakan assesoris dengan menampilkan kreativitas ramah lingkungan terutama dari bahan daur ulang yang ramah lingkungan agar bisa menjaga ekosistem lingkungan. Gema Takbir Jogja juga membawa pesan syiar yang mencerahkan dan mengembirakan dalam pelestarian lingkungan seperti spirit KHA Dahlan yang dalam berdakwah selalu menampilkan kesejukan dan mencerahkan bagi semua kalangan dan juga selalu berpesan untuk menjaga bumi
seperti yang selalu dibawa oleh Muhammadiyah Islam Berkemajuan yang membawa Rahmatan lil'alamin.
Ketua Gema Takbir Jogja 2026, Faisal Rahagi mengatakan, Gema Takbir Jogja akan dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sri Sultan HB X. Gema Takbir Jogja akan memperebutkan Piala Sultan, Sri Sultan HB X dan Ketua Umum PP Muhammadiyah. Peserta akan diikuti oleh ribuan anak-anak dan remaja dari berbagai wilayah di Yogyakarta.
Peserta dijelaskan Faisal, merupakan kelompok dari Angkatan Muda Muhammadiyah, Remaja Masjid, dan juga Pengajian Anak-Anak dari berbagai wilayah. Nanti juga akan ada atrasksi seni budaya Islami yang selalu di tunggu masyarakat, dan juga pawai dengan asseoris dan juga lampion.
Atraksi pawai seni budaya Islami ini setiap peserta akan melakukan display di dua tempat, yakni di Plataran Masjid Gedhe Kauman sebagai lokasi start dan display kedua yakni di 0 Km Kantor Pos Yogyakarta. Masyarakat warga Yogyakarta dapat menyaksikan atraksi tersebut disaat display yang kedua nanti.
"AMM Gondomanan Alhamdulillah dapat kembali menyelenggarakan Gema Takbir Jogja ini, event ini diharapkan dapat merajut menjalin ukhuwah persatuan dan juga dalam misi pelestarian lingkungan yang mencerahkan ditengah krisis sampah saat ini di Kota Yogyakarta," ujarnya.
Para peserta akan berjalan dari rute start di Plataran Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, kemudian berjalan melintasi jalan protokol di Yogyakarta seperti melewati jalan Pekalapan dan Jl. KHA Dahlan, setelah itu mereka akan melakukan display atraksi yang kedua di Jalan Pangurakan atau Jalan Trikora di sebelah barat Kantor Pos Besar Yogyakarta. Para peserta akan melakukan display atraksi yang kedua.
Display dan atraksi ini nanti setiap peserta akan menampilkan secara bergiliran dan nanti masyarakat bisa melihat dan menyaksikan bersama di area Jalan Pangurakan atau yang sering di sebut Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Acara ini juga didukung dan juga akan dihadiri oleh beberapa tokoh diantaranya dari jajaran Keraton Ngayogyakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah), DPD RI, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY (PWM DIY), PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Kota Yogyakarta Takmir Masjid Gedhe Kauman, PHBI DIY, Polda DIY, Polresta Yogyakarta, Camat Gondomanan, serta berbagai pihak yang ikut mendukung acara ini.
Untuk masyarakat yang ingin menyaksikan acara Gema Takbir Jogja, dapat datang ke area Kantor Pos Besar 0 km Yogyakarta. Untuk lokasi tempat parkir berada di Taman Parkir Senopati, Parkir Sriwedari, Sekitar Pendopo Lawasdan Parkir Ngabean. Mari datang dan saksikan Gema Takbir Jogja yang akan meriahkan Kota Yogyakarta pada Kamis 19 Maret 2026 mulai pukul 19.12 WIB.
Nantinya untuk rekayasa lalu lintas saat pelaksanaan Gema Takbir Jogja akan dilakukan penutupan di Jl. Pangurakan/Trikora dan Jl, Nyai Ahmad Dahlan, sistem buka tutup di Jl KHA Dahlan sistem buka tutup. Sedangkan di Jalan Kauman akan ditutup dan dialihkan ke Jalan Agus Salim. "Hindari Kawasan Masjid Gedhe, Alun-Alun Utara, dan titik Nol Kilometer Malioboro diperkirakan akan mengalami macet. Mari berbagi jalan dan utamannya peserta lomba takbir," ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....