Kemenag DIY Siapkan 215 Rumah Ibadah Ramah Pemudik Tahun 2026

  • 16 Mar 2026 15:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan ratusan Rumah Ibadah Ramah Pemudik guna mendukung kelancaran arus mudik tahun 2026. Program ini diharapkan memberikan tempat istirahat sekaligus ruang ibadah yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Ahmad Bahiej menyampaikan bahwa total terdapat 215 rumah ibadah di DIY yang disiapkan untuk melayani para pemudik.

“Pada tahun 2026 ini, Kementerian Agama DIY menyiapkan 215 rumah ibadah ramah pemudik yang terdiri dari 195 masjid, 12 gereja Katolik, 7 gereja Kristen, dan 1 pura. Ini merupakan bentuk pelayanan keagamaan yang inklusif sekaligus kontribusi nyata Kemenag dalam mendukung kelancaran arus mudik,” jelas Ahmad Bahiej, Senin 16 Maret 2026 di Yogyakarta.

Menurutnya, rumah ibadah yang disiapkan berada di lokasi-lokasi strategis yang mudah dijangkau oleh pemudik, baik di jalur utama maupun jalur alternatif. “Rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga bisa menjadi ruang istirahat sementara bagi para pemudik. Kami berharap kehadiran rumah ibadah ramah pemudik ini dapat membantu masyarakat agar perjalanan mudik menjadi lebih aman, nyaman, dan tetap bernilai ibadah,” ujarnya.

Salah satu rumah ibadah yang turut disiapkan adalah Pura Girinata yang berada di Jalan Wonosari–Yogyakarta Km 7, Gading, Gunungkidul. Sedang menurut Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag DIY Abd. Suud program Rumah Ibadah Ramah Pemudik ini juga mencerminkan semangat kerukunan antarumat beragama di DIY.

“Tidak hanya masjid, tetapi juga gereja dan pura turut ambil bagian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik,” ucapnya. “Ini adalah wujud nyata bahwa rumah ibadah hadir untuk melayani masyarakat. Semangat gotong royong dan kerukunan antarumat beragama di DIY terlihat dari kesiapan berbagai rumah ibadah untuk memberikan layanan bagi para pemudik."

Untuk memastikan layanan berjalan optimal, Kanwil Kemenag DIY juga telah menyiapkan satu unit mobil operasional yang akan digunakan untuk memantau secara langsung pelaksanaan layanan Rumah Ibadah Ramah Pemudik di berbagai wilayah.

“Tim dari Kemenag DIY akan melakukan pemantauan langsung ke lapangan menggunakan mobil operasional agar layanan rumah ibadah ramah pemudik ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Program Rumah Ibadah Ramah Pemudik merupakan inisiatif Kementerian Agama RI untuk menjadikan tempat ibadah sebagai ruang layanan publik yang membantu para musafir selama perjalanan. “Awalnya digagas oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang lantas disambut oleh Ditjen Katolik, Kristen, Hindu dan Buddha,” kata Suud yang juga menjabat Plt. Pembimas Kristen ini.

Masjid yang ditetapkan sebagai posko pemudik umumnya menyediakan sejumlah fasilitas dasar, antara lain toilet dan tempat wudu yang bersih, ruang istirahat, tempat salat, area parkir, serta air minum atau makanan ringan bagi pemudik. Selain itu, masjid juga diharapkan buka 24 jam selama masa mudik sehingga dapat menjadi tempat singgah yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Melalui program ini, Kementerian Agama berharap rumah ibadah dapat berfungsi tidak hanya sebagai pusat kegiatan spiritual, tetapi juga sebagai ruang pelayanan sosial bagi masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman,” kata Suud.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....