Teladan Wakaf dari Kisah Khaibar, Inspirasi Kedermawanan untuk Islam di Tanah Air
- 14 Mar 2026 12:41 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kajian Sirah Nabawiyah kembali mengingatkan umat Islam pada berbagai peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Rasulullah SAW, salah satunya terkait wilayah Khaibar. Daerah yang terletak di arah utara Madinah tersebut pada masa itu dikenal sebagai tempat berkumpulnya beberapa kabilah Yahudi, di antaranya Bani Nadhir dan kelompok-kelompok lainnya yang sebelumnya pernah diusir dari Madinah karena pelanggaran perjanjian.
Setelah terusir, kelompok-kelompok tersebut tidak tinggal diam. Mereka melakukan berbagai provokasi kepada kabilah-kabilah di luar Mekah hingga berhasil menghimpun sekitar 10.000 pasukan untuk menyerang Madinah. Pasukan besar itu kemudian mengepung kota Madinah selama kurang lebih satu bulan.
Namun, atas izin Allah SWT, kaum Muslimin mampu bertahan melalui strategi perang yang cerdas, yakni dengan menggali parit di sekeliling kota. Strategi yang dikenal sebagai Perang Khandaq atau Perang Parit tersebut menjadi titik penting dalam sejarah pertahanan kaum Muslimin.
Beberapa waktu setelah peristiwa itu, Rasulullah SAW bersama para sahabat mendatangi wilayah Khaibar. Daerah ini dikenal sangat subur dengan hasil perkebunan kurma berkualitas tinggi. Setelah kaum Muslimin memperoleh kemenangan, tanah-tanah di Khaibar kemudian dibagikan oleh Rasulullah kepada para sahabat.
Salah satu kisah yang paling terkenal adalah yang diriwayatkan oleh putra dari Umar bin Khattab. Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Umar memperoleh sebidang tanah di Khaibar yang sangat bernilai. Ia kemudian mendatangi Rasulullah SAW untuk meminta nasihat.
“Wahai Rasulullah, aku mendapatkan sebidang tanah yang sangat berharga dan belum pernah aku memiliki harta sebaik ini. Apa yang sebaiknya aku lakukan?” tanya Umar.
Rasulullah SAW kemudian memberikan nasihat yang menjadi dasar konsep wakaf dalam Islam. Beliau bersabda agar Umar menahan pokok harta tersebut dan menyedekahkan hasilnya untuk kepentingan umat. Hal ini dikisahkan kembali oleh ustad Akhmad Arif Rifan, SHI, MSI sebagai pemateri Tausiah Tarawih di Masjid UAD Jumat, 13 Maret 2026.
Menurutnya, dari peristiwa tersebut, lahirlah salah satu contoh praktik wakaf produktif dalam Islam. Pokok aset tetap dijaga, sementara manfaat atau hasilnya disalurkan untuk kebaikan masyarakat.
Pelajaran ini menunjukkan bahwa wakaf sebaiknya berupa aset yang produktif, bukan aset yang justru menjadi beban. Sejarah juga mencatat bahwa generasi terbaik umat Islam selalu mewakafkan harta terbaik yang mereka miliki.
Semangat tersebut masih dapat ditemukan hingga saat ini. Dalam sebuah kisah inspiratif, beberapa waktu lalu seorang perempuan diketahui mewakafkan uang tunai sebesar Rp100 juta. Ketika wakaf tersebut berhasil direalisasikan sesuai dengan harapannya, rasa syukur dan kebahagiaan yang ia rasakan mendorongnya untuk kembali berwakaf dengan nilai yang jauh lebih besar, yakni aset senilai Rp7 miliar.
Potensi wakaf tunai di Indonesia sendiri dinilai sangat besar. Sejumlah ulama memperkirakan potensi wakaf tunai di Tanah Air dapat mencapai sekitar Rp100 triliun hingga Rp400 triliun setiap tahun. Jika potensi ini dapat dimanfaatkan secara optimal, berbagai program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat dapat diwujudkan.
Ditambahkan Akhmad Arif bahwa Kisah Umar bin Khattab RA ini dapat menjadi salah satu teladan terbaik bagi umat Islam, terutama sebagai hasil didikan Rasulullah SAW selama masa pembinaan generasi sahabat di Madinah. Mereka adalah generasi yang lahir dari “madrasah Ramadan” yang langsung dibimbing oleh Rasulullah.
Akhmad Arif Rifan berharap, umat Islam masa kini dapat meneladani semangat kedermawanan dan pengorbanan para sahabat tersebut. Ramadan menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah dan wakaf.
"Semoga Ramadan kali ini mampu menjadikan kita hamba Allah yang lebih baik dan mampu memberikan manfaat yang luas bagi sesama,"katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....