Lebaran Semakin Dekat, Pengrajin Lampion Terima Ribuan Orderan hingga Luar Negeri
- 09 Mar 2026 15:54 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bulan Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha pernak Pernik Ramadhan. Hal ini turut dirasakan oleh salah satu pengrajin lampion benang yang berada di Desa Tanjung, Kalurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul, DIY, yang mengalami peningkatan penjualan selama Ramadhan hingga mendekati lebaran.
Dari pantauan rri.co.id suasana tempat produksi terlihat lebih sibuk dari biasanya. Pesanan lampion benang dengan bemacam warna dari berbagai daerah yang dipesan oleh pembeli untuk menghiasa jalanan kampung, masjid hingga kafe dengan nuansa Ramadhan.
Owner Lampion Benang Jogja generasi ketiga, Resti Septiani, mengatakan bahwa awalnya ia meneruskan usaha milik Bapaknya yaitu Almarhum Bapak Jejen yang telah merintis sejak tahun 2011. Menurutnya di tahun ini lonjakan permintaan pesanan mencapai hingga 90 persen yang membuat karyawan mengeluarkan tenaga ekstra ketika membuat lampion tersebut.
“Kalau yang kita produksi itu ada 2 jenis lampion, yang kain dan yang benang. Kalau ketika Ramadhan gini memang yang paling laris lampion kain dan itu kadang pembeli rikues tulisan kayak Ramadhan mubarok, lafal allahuakbar dan ada juga yang minta gambar masjid terus nanti di bawahnya di kasih nama masjid mereka,” kata Septi.
Pesanannya tak hanya berasal dari Yogyakarta saja, melainkan dari luar pulau jawa seperti Kalimantan, Sulawesi dan Papua bahkan sampai ke Amerika Serikat. Lampion miliknya dijual melalui berbagai platform seperti Shopee, Lazada serta Whatsapp.
Selama Ramadan ia mengaku, menerima pesanan paling banyak dari platform shopee, yaitu sebanyak 300 hingga 500 resi per hari.
“Kalau per resi itu pasti customer membeli dalam jumlah yang besar, bahkan kemarin ketika menjelang Ramadhan ada yang pesan sampai 4.000 lampion untuk 1 resi. Untuk lampion yang kita jual itu beragam harganya sesuai sama bahan yang dipesan, kalau yang kain bersablon harganya Rp10.000 hingga Rp16.000, kalau dari serat goni mulai Rp20.000 hingga Rp30.000,” ujarnya.
Lonjakan pesanan tersebut membuat karyawan resti harus bekerja lebih cepat. Untuk memenuhi permintaan, resti seringkali melibatkan saudaranya untuk membantu proses produksi lampion.
“Kadang kalau musim hujan gini kita juga mengalami kendala di proses pengeringan lampion jenis serat goni, kan itu pakai lem dan serat goni, dan itu engga boleh kena air, nanti kalau kena air jadinya malah mleyot. Kalau musim hujan seperti sekarang, 1 karyawan itu bisa menyelesaikan 10 lampion,” ucap Septi.
Hingga saat ini menuju 11 hari jelang lebaran, lampion miliknya tetap menerima pesanan dalam jumlah yang besar. Menurutnya, banyak masyarakat yang memasang lampion di jalanan kampung dan masjid untuk menyambut hari raya dengan suasana yang lebih meriah.
Peningkatan pesanan selama Ramadhan menjadi harapan bagi pelaku usaha agar penjualan terus berkembang. Momen Ramadan ini menjadi waktu yang membawa berkah sekaligus menggerakkan perekonomian UMKM di daerah. (Victorio Firsta).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....