Hari Bakti Rimbawan ke-43, Alumni FKT UGM 96 Gelar Bazar Ramadan di Jantung Tahura
- 09 Mar 2026 11:14 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Aksi kepedulian sosial bagi masyarakat sekitar hutan terus digelorakan, terutama pada bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Mengambil momentum peringatan Hari Jadi DIY ke-271 sekaligus Hari Bakti Rimbawan ke-43, Alumni Angkatan 1996 Fakultas Kehutanan UGM (FKT 96) berkolaborasi dengan Sahabat Dapur Nyawiji dan Balai Tahura bunder menggelar kegiatan bertajuk "Bazaar Ramadan Alas Bunder 2026".
Acara yang dipusatkan di Rest Area/Blok Pemanfaatan Tahura Bunder, Kabupaten Gunungkidul, Rabu, 4 Maret 2026, menyasar masyarakat desa penyangga di wilayah Gunungkidul dan Bantul yang selama ini menjadi mitra dalam menjaga kelestarian hutan. Perwakilan Alumni Fakultas Kehutanan (FKT) UGM 96, Sumardamto Purnomo mengungkakan, berbeda dengan bakti sosial pada umumnya, Bazaar Ramadan ini mengusung konsep transaksi simbolis menggunakan sistem voucher.
"Masyarakat tidak sekadar menerima bantuan, namun menukarkan sejumlah uang dengan kupon belanja yang dapat digunakan untuk memilih barang sesuai kebutuhan di stan bazar," katanya, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 8 Maret 2026.
Damto menambahkan, Bazar Ramadan bersumber dari donasi para alumnus FKT96 UGM berupa barang preloved yang masih layak pakai serta paket bahan sembako. Barang-barang ini tidak diberikan secara cuma-cuma, namun dikemas dalam konsep bazar dengan mekanisme transaksi.
"Pendekatan ini kita pilih untuk menjaga martabat dan kemandirian masyarakat alias tidak memposisikan mereka menjadi "si miskin" penerima bantuan yang ujungnya malah mencerabut jiwa kemandirian mereka. Hal ini juga menghindari kesan relasi sepihak antara pemberi dan penerima. Dengan demikian, masyarakat hadir sebagai subjek yang aktif, bukan objek bantuan," ucapnya.
Dalam Bazar Ramadan tersebut, seluruh barang dalam bazar akan dihargai sebesar Rp 3.000 per item. Masyarakat dapat membeli kupon sesuai jumlah yang telah ditentukan, dan kupon tersebut dapat ditukarkan dengan barang yang tersedia di stand bazar. Dana yang terkumpul dari penjualan kupon ini akan digunakan kembali untuk mendukung kebutuhan operasional kegiatan, sehingga menciptakan siklus kebaikan yang berkelanjutan.
Selain Bazar Ramadan, masyarakat juga mendapatkan layanan kesehatan gratis, dengan melakukan pendaftaran dan pendataan terlebih dahulu sebelum hari pelaksanaan. Peserta yang telah terdaftar akan menerima kupon pemeriksaan gratis, yang dapat digunakan pada hari kegiatan sesuai alur yang telah ditetapkan.
"Kegiatan ini bukan sekadar berbagi, tetapi juga upaya bersama menjaga nilai penghormatan, kemandirian, dan kebersamaan," ujarnya.
Damto menekankan, bahwa konsep ini sengaja dipilih untuk menciptakan suasana yang lebih setara. Menurutnya, kegiatan ini sengaja dikemas dalam bentuk bazar sistem voucher, dengan tujuan agar berbagi tetap menjaga martabat masyarakat, sehingga tidak ada sekat antara yang memberi dan yang menerima. Semua datang sebagai bagian dari kebersamaan.
Kegiatan ini merupakan sinergi apik antara Balai Tahura Bunder, Sahabat Dapur Nyawiji, dan Alumni FKT UGM 96, dengan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan. Kepala Balai Tahura Bunder, Alex Zubaedi menyampaikan, acara ini membuktikan bahwa pengelolaan hutan tidak melulu soal konservasi pohon, tapi juga pemberdayaan manusia di sekitarnya.
"Melalui Bazaar Ramadan Alas Bunder ini kami ingin menunjukkan bahwa kawasan hutan tidak hanya menjadi ruang konservasi, tetapi juga ruang kebersamaan dan kepedulian sosial. Tahura Bunder ingin hadir bersama masyarakat desa penyangga, terutama di bulan Ramadan yang penuh nilai berbagi," katanya
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Donasi yang terkumpul mencapai sekitar Rp17 juta yang dikonversi menjadi berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga. Selain itu, terdapat lebih dari 500 item barang layak pakai yang dipasarkan, mulai dari pakaian dewasa dan anak, perlengkapan bayi, sepatu, tas, hingga buku bacaan.
Tak hanya urusan perut dan sandang, warga juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Bekerja sama dengan Dinkes Gunungkidul, masyarakat dapat melakukan pengecekan tekanan darah hingga konsultasi kesehatan secara cuma-cuma. Kuatnya kolaborasi antara rimbawan alumnus UGM, komunitas sosial, dan pemerintah daerah ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi masyarakat untuk terus menjaga hutan.
"Kegiatan ini juga menunjukkan kuatnya kolaborasi berbagai pihak. Bersama-sama kita tidak hanya menjaga hutan, tetapi juga menguatkan masyarakat di sekitarnya. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Karena ketika hutan dijaga bersama, maka manfaatnya juga harus bisa dirasakan bersama oleh masyarakat," ujarnya.
Melalui aksi ini, Alumni FKT UGM 96 dan para mitra berharap semangat berbagi di bulan Ramadan dapat mempererat hubungan sosial sekaligus memastikan kelestarian Tahura Bunder sebagai paru-paru Yogyakarta tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....