Subuh Warrior Perkuat Iman Siswa Mugadeta di Masjid
- 08 Mar 2026 08:41 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Kegiatan salat Subuh berjamaah yang melibatkan ratusan siswa berlangsung khidmat di Masjid Al-Iman, Kebengan, Yogyakarta, Minggu, 8 Maret 2026. Program bertajuk Shubuh Warrior ini menjadi bagian dari pembinaan karakter yang digagas oleh SMP Muhammadiyah 3 (MUGADETA), Depok, Sleman. Para siswa hadir bersama orang tua dan guru untuk mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini.
Takmir Masjid Al-Iman Hadi Fuddin, dalam sambutannya mengajak para jamaah untuk meningkatkan keimanan serta kesadaran bahwa seluruh kehidupan manusia merupakan karunia Allah SWT. Ia menegaskan bahwa segala nikmat yang dirasakan manusia, mulai dari makan hingga menjalani kehidupan sehari-hari, merupakan bentuk rahmat dari Sang Pencipta.
“Kalau kita bisa makan, minum, dan menjalani kehidupan, semua itu atas kehendak Allah SWT. Karena itu manusia harus terus bersyukur dan memperkuat keimanan,” ujarnya.
.webp)
Hadi Fuddin juga menekankan pentingnya memahami Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Menurutnya, ayat-ayat Al-Qur’an memberikan motivasi kepada umat manusia untuk terus belajar, meningkatkan iman, serta tidak mudah berputus asa dalam menghadapi kehidupan.
“Iman dan ilmu harus berjalan bersama. Rasulullah mengajarkan umatnya untuk terus belajar dan menuntut ilmu sepanjang hayat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa lembaga pendidikan memiliki peran besar dalam membangun moral generasi muda. Sekolah, menurutnya, menjadi tempat pembentukan karakter yang nantinya akan menentukan masa depan bangsa.
“Benteng moral bangsa ini ada pada pendidikan dan nilai-nilai agama. Karena itu anak-anak harus dibimbing agar memiliki iman dan ilmu yang kuat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 3 Depok Hasanudin, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Shubuh Warrior merupakan bagian dari program pembinaan siswa melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin di beberapa masjid.
“Kegiatan ini merupakan putaran kedua. Tahun ini ada enam masjid yang digunakan untuk anak-anak kita bersilaturahmi dan meramaikan salat Subuh berjamaah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sekitar 150 siswa bersama para guru dan orang tua hadir dalam kegiatan di Masjid Al-Iman. Hasanudin berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kebiasaan positif bagi para siswa untuk memakmurkan masjid di lingkungan masing-masing.
“Sekolah hanya mengantarkan anak-anak menuju gerbang kesuksesan. Namun yang membuka pintu kesuksesan itu adalah mereka sendiri dengan usaha dan keimanan yang kuat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan Informasi Kegiatan Shubuh Warrior kepada para siswa. Panitia mengimbau agar para peserta memperhatikan beberapa hal penting sebelum mengikuti kegiatan.
Pertama, para siswa diminta hadir bersama orang tua sesuai waktu yang telah ditentukan, yaitu pukul 04.00 WIB di masjid yang dipilih. Lokasi kegiatan meliputi Masjid Al Iman Klebengan, Masjid Jami’ Baiturrahim Sopalan, serta Masjid Baiturrahman Gowok.

Selain itu, siswa diminta mengenakan pakaian bernuansa putih, membawa perlengkapan salat seperti sajadah, peci bagi siswa putra, serta mukena bagi siswa putri. Para peserta juga diwajibkan membawa ID Card sebagai sarana presensi selama kegiatan berlangsung.
Panitia memperbolehkan siswa membawa telepon genggam, namun selama kegiatan berlangsung perangkat tersebut harus dititipkan kepada orang tua. Para peserta juga diminta menjaga ketertiban agar kegiatan ibadah dapat berjalan dengan khidmat dan lancar.
Di akhir kegiatan, pihak sekolah menyerahkan simbolis paket zakat fitrah kepada takmir Masjid Al-Iman untuk disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima. Program tersebut menjadi bagian dari pembelajaran nilai kepedulian sosial bagi para siswa.
“Zakat fitrah ini berasal dari anak-anak yang menyalurkan melalui sekolah. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucap Hasanudin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....