Pesantren Ramadan di Lapas, Warga Binaan Dilibatkan Mengisi Kultum
- 05 Mar 2026 23:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Suasana Ramadan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Yogyakarta tidak hanya diisi ibadah rutin, tetapi kegiatan Ramadan yang melibatkan warga binaan pemasyarakatan. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan spiritual sekaligus mendekatkan diri kepada yang tuhan bagi WBP selama bulan Ramadhan.
Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Lapas Kelas II A Yogyakarta, Dimas Putra Pratama mengatakan bahwa, Pesantren Ramadan dilaksanakan untuk meningkatkan ketakwaan warga binaan melalui pembinaan kepribadian. Menurutnya, kegiatan ini akan menumbuhkan kesadarannya atas kesalahan yang telah dilakukan.
“Kegiatan pesantren Ramadan tahun 2026 kali ini bekerja sama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, diisi langsung oleh mahasiswa dan para dosen. Kalau kegiatan yang didampingi oleh UIN digelar dari hari Senin sampai Rabu,” kata dimas.
Kegiatan pesantren Ramadan di lapas berlangsung sejak pagi hingga malam hari dengan berbagai rangkaian ibadah dan pembelajaran. Mulai dari kajian, tadarus Alquran, pelatihan fardhu khifayah, tata cara memandikan jenazah kultum hingga salat tarawih bersama yang diikuti para warga binaan.
Menariknya, warga binaan tak hanya menjadi peserta, melainkan mereka turut dilibatkan dalam kegiatan seperti kultum dan menjadi imam salat tarawih. Setiap satu orang warga binaan menyampaikan ceramah singkat yang direkam dan dipublikasikan sebagai bentuk pembelajaran dan kepercayaan diri.
Salah satu warga binaan, MF menyebutkan bahwa program pesantren Ramadan tahun ini terasa berbeda, karena metode pembelajaran yang digunakan lebih interaktif. Menurutnya, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga tidak hanya menyampaikan materi, tetapi mengajak peserta berdiskusi tentang bagian yang belum dipahami.
“Pesantren Ramadhan yang dibantu oleh mahasiswa UIN sangat membantu kita ketika proses belajar, karena adaptasi cara pembelajaran kampus dan pondok berbeda. Kalau pembelajaran dari pondok gurunya cuma 1 kita dibacakan kitab terus selesai, kalau dari kampus pembelajarannya lebih interaktif,” katanya.
Ia berharap kegiatan pesantren Ramadan di tahun berikutnya dapat diikuti oleh banyak warga binaan yang ada di lapas. Program tersebut tentunya sangat bermanfaat baginya karena membantu pemahaman agama sekaligus menjadi bekal untuk memperbaiki diri setelah bebas. (Victorio Firsta).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....