Mengganti Utang Puasa yang Menumpuk, Begini Caranya

  • 05 Mar 2026 15:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Seorang muslim yang meninggalkan Puasa Ramadan, memiliki tanggungan puasa yang wajib diganti. Namun seringkali, utang puasa bisa tertunda hingga melewati bulan Ramadan berikutnya.

Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) UMY Anisa Dwi Makrufi menjelaskan, kesempatan untuk mengganti utang puasa waktunya sangat luas. Sebab, rentang waktu setelah bulan Ramadan masih sangat panjang.

”Ramadan kan hanya satu bulan dalam setahun,” ucapnya, Kamis, 5 Maret 2026. ”Sebelas bulan berikutnya cukup banyak kesempatan untuk mengganti puasa, namun kita juga tidak mengetahui kondisi masing-masing orang.”

Jika sampai bulan Ramadan berikutnya masih memiliki utang puasa, maka yang pertama dilakukan adalah mengganti puasa yang ditinggalkan. Kewajiban tersebut tidak hilang, hanya karena sudah lewat satu tahun.

”Selama seseorang masih punya tanggungan puasa dan mampu menunaikannya, kewajiban itu tetap melekat,” ucapnya.

Ada pendapat yang menyebut, jika penundaan dilakukan tanpa uzur hingga masuk Ramadan berikutnya, tidak hanya mengganti puasa. Namun juga membayar fidyah.

Namun, Putusan Tarjih Muhammadiyah menekankan agar mengganti puasa yang ditinggalkan. Misalnya di bulan Syawal sudah mampu mengganti, maka harus didahulukan.

”Sebelum menjalankan puasa sunah, jangan menunda mengganti puasa tanpa alasan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....