Sidak Ramadan, Dinkes Uji Klinis 15 Sampel Pangan di Toko Progo

  • 27 Feb 2026 15:48 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Memasuki pekan kedua bulan Ramadan 1447 H/2026 M, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bergerak cepat menjamin keamanan pangan bagi warga, pada Kamis, 26 Februari 2026.

Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Balai Besar POM, Dinas Perdagangan, serta Dinas Pertanian melakukan inspeksi mendadak (sidak) pengawasan pangan di sejumlah titik, termasuk pusat perbelanjaan Progo.

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Eko Rahmadi mengatakan, pengawasan pangan yang dilakukan pada bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 ini dilakukan mengingat, Yogyakarta sebagai kota wisata termasuk destinasi mudik. Melalui sidak ini diharapkan semakin memastikan keamanan pangan.

"Yogyakarta ini tujuan wisata, saudara-saudara kita akan datang ke sini dan biasanya yang dicari adalah oleh-oleh khas dan makanan tradisional. Kami harus pastikan semua itu aman untuk dikonsumsi," katanya di sela pengawasan.

Dalam sidak kali ini, petugas mengambil sedikitnya 15 sampel produk pangan dengan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) untuk diuji secara klinis. Fokus pengujian adalah memastikan tidak ada kandungan bahan berbahaya yang berisiko bagi kesehatan masyarakat.

Selain pengambilan sampel, Eko mengungkapkan, tim pengawasan juga menemukan ada beberapa produk yang tidak lengkap terutama pada label, seperti alamat dan kode produksi. Menurutnya, kode produksi suatu produk sangat penting untuk memastikan keamanan pangan terjamin, sehingga diharapkan dari pihak toko juga memberikan edukasi kepada pemasok untuk memastikan memasang alamat dan kode produksi.

"Jadi dari sisi masyarakat dan dari toko juga harus peduli. Cermat mengamati kemasan, label, jadi kemasan, label itu tidak sekedar estetik, tapi itu fungsinya untuk melindungi agar safety atau keamanan pangan bisa kita wujudkan," ujarnya.

Sementara, Manajer Akutansi Toko Progo, Ingrid Rahardini mengatakan, pengawasan pangan terus dilakukan termasuk untuk fresh food untuk memastikan tidak mendekati masa kadaluarsa. Langkah ini untuk memastikan produk yang dijual tidak bermasalah di konsumen.

"Kalau untuk pengawasannya expired date biasanya ada dua shift, pagi sebelum toko buka, untuk karyawan fresh food itu biasanya keliling, terus yang kedua biasanya di shift malam 20.30 itu untuk karyawan fresh food sudah keliling untuk mengecek expired date-nya. Apalagi kalau biasanya kan kayak susu yang fresh milk itu biasanya kalau kita take-out ke belakang," katanya.

Selain pengawasan produk yang dijual, juga ada bagian pengawasan dalam pemesanan barang atau quality control untuk mengecek barang layak untuk dijual.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....