Pasien Diabetes Bisa Puasa saat Ramadan, Ini Syarat
- 26 Feb 2026 16:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bulan Ramadan menjadi momen ibadah yang dinantikan umat Muslim, termasuk bagi masyarakat dengan riwayat diabetes. Namun, keputusan untuk berpuasa perlu melalui pertimbangan medis yang matang.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSU PKU Muhammadiyah Gamping Wahyu Tri Kurniawan menyampaikan, keamanan menjalankan puasa sangat bergantung pada kondisi klinis masing-masing pasien. Dalam praktik kedokteran, terdapat proses stratifikasi risiko.
Ini untuk menilai apakah pasien termasuk kategori rendah, sedang, atau tinggi sebelum menjalankan puasa. Penilaian ini mempertimbangkan kontrol gula darah serta riwayat kesehatan secara menyeluruh.
”Puasa pada penderita diabetes sebenarnya bisa saja dilakukan,” katanya, Kamis, 26 Februari 2026. ”Tetapi harus dalam kondisi terkontrol. Kami menilai terlebih dahulu tingkat risikonya melalui stratifikasi.”
Jika risikonya rendah, biasanya masih diperbolehkan berpuasa. Namun, apabila termasuk kategori sedang atau tinggi, umumnya disarankan untuk tidak berpuasa karena potensi komplikasinya lebih besar.
Penentuan kategori risiko tersebut tidak dapat diputuskan sendiri oleh pasien. Dokter akan mengevaluasi berbagai faktor, seperti lama menderita diabetes, riwayat gula darah yang pernah terlalu tinggi atau terlalu rendah, jenis obat yang digunakan termasuk insulin, adanya komplikasi, usia, hingga kondisi khusus seperti kehamilan.
| Baca juga: Meraih Keistimewaan Ramadan |
Saat ini, terdapat tiga komplikasi utama yang perlu diwaspadai penderita diabetes saat berpuasa. Yakni dehidrasi, hipoglikemia (gula darah rendah), dan hiperglikemia (gula darah tinggi). Ketiganya dapat berujung pada kondisi serius apabila tidak ditangani dengan cepat.
”Hipoglikemia terjadi ketika gula darah berada di bawah 70 mg/dL,” ucapnya. ”Biasanya ditandai dengan tangan gemetar, keringat dingin, jantung berdebar, hingga penurunan kesadaran.”
Sementara hiperglikemia umumnya terjadi saat gula darah di atas 300 mg/dL, dengan gejala rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, lemas, mual, nyeri perut, dan juga bisa menyebabkan penurunan kesadaran. Jika muncul gejala-gejala tersebut, sebaiknya tidak dipaksakan untuk melanjutkan puasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....