Puasa Seharian Selama Ramadan, Ini yang Perlu Diperhatikan

  • 22 Feb 2026 10:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Dinas Kesehatan (Dinas) Kabupaten Sleman mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat selama menjalankan ibadah puasa Ramadan agar kondisi tubuh tetap bugar dan aktivitas harian dapat berjalan optimal. Pengaturan pola makan, asupan cairan, aktivitas fisik, hingga kualitas tidur menjadi kunci agar puasa tetap lancar dan tubuh terjaga kebugarannya.

Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman, Cahya Prihantama, menyampaikan bahwa pengaturan pola makan menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan selama berpuasa. Asupan makanan saat berbuka dan sahur dianjurkan tetap berimbang, meliputi karbohidrat, protein, serta serat, dengan porsi yang tidak berlebihan.

“Nasi dapat dikombinasikan dengan sumber karbohidrat lain, seperti umbi-umbian. Jika hanya mengonsumsi nasi, porsinya tidak perlu berlebihan, cukup satu porsi. Kemudian proteinnya yang penting satu porsi mencukupi. Lalu serat juga untuk memberikan dan menjaga rasa kenyang dan mencegah sembelit,” ucapnya saat dikonfirmasi Sabtu, 21 Februari 2026

Selain itu, masyarakat juga diminta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak. Menurutnya minuman manis dan makanan bersantan tetap boleh dikonsumsi. Namun dalam jumlah yang terkendali, terutama bagi penderita penyakit tertentu yang tidak diperbolehkan mengkonsumi gula dengan jumlah yang berlebih.

“Minuman manis boleh tapi dibatasi maksimal sehari itu kurang lebih 4 sendok makan atau kurang lebih 40 sampai 50 gram ya. Jadi Jadi harus dibatasi meskipun kebutuhan gula juga meningkat tapi tidak perlu berlebih,” ujar Cahya.

Cahya menekankan asupan cairan juga perlu diperhatikan dengan memenuhi kebutuhan minimal delapan gelas air per hari yang dikonsumsi secara bertahap dari waktu berbuka hingga sahur. Ia menjelaskan saat berbuka puasa dianjurkan mengonsumsi sekitar dua gelas air, kemudian dilanjutkan tiga hingga empat gelas pada malam hari, serta dua gelas saat sahur.

Dinkes Sleman juga menganjurkan aktivitas fisik ringan selama Ramadan, seperti berjalan santai atau peregangan, guna menjaga kebugaran tubuh yang bisa dilakukan saat pagi atau sore hari. Di samping itu, kualitas dan kuantitas tidur tetap perlu dijaga meski aktivitas ibadah meningkat.

Cahya menjelaskan waktu tidur tetap perlu diperhatikan dengan durasi minimal lima hingga enam jam per hari di Bulab Ramadan. Idealnya, waktu tidur malam dimaksimalkan sekitar empat hingga lima jam, kemudian dapat ditambah dengan istirahat singkat pada siang atau sore hari guna menjaga kebugaran tubuh.

“Kualitas tidur itu untuk menjaga tekanan darah, kemudian menjaga tingkat stres kemudian memperbaiki imunitas tubuh,” kata Cahya. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menghentikan kebiasaan merokok, termasuk pada malam hari selama Ramadan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....