Ngadinegaran Hadirkan Peken Sonten, Destinasi Baru Berburu Takjil
- 19 Feb 2026 14:28 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Momentum bulan suci Ramadan tidak hanya menjadi berkah bagi umat muslim untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT, tetapi juga menjadi penggerak perekonomian masyarakat dengan banyaknya pasar tiban saat bulan ini. Salah satunya terbaru kegiatan pasar Ramadan Masjid Ngadinegaran bertajuk 'Peken Sonten' di sepanjang jalan DI Panjaitan.
Sebanyak 45 pelaku UMKM secara resmi menjajakan aneka kuliner berbuka puasa, setelah kegiatan dibuka secara langsung oleh Wakil Wali kota Yogyakarta Wawan Harmawan, Rabu sore, 18 Februari 2026. Pasar Ramadan diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Ketua Panitia Ramadan Masjid Ngadinegaran Hamim Nurudin menyampaikan Peken Sonten di Masjid Ngadinegaran ini, baru yang pertama kali diadakan atas inisiasi remaja masjid. Diakui, antusias masyarakat terutama pelaku usaha sangat tinggi, hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang lebih dari 200 orang.
Meski tinggi, namun penyelenggara baru bisa menyediakan 45 lapak. Hamim menilai sebenarnya lokasi itu strategis sekali bahwa Pasar Sore berada di sumbu filosofi.
"Kami informasikan bahwa pasar sore ini tidak dipungut biaya, artinya gratis. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi untuk pemberdayaan masyarakat sekitarnya," ujarnya.
Wakil Wali kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mengapresiasi upaya Takmir Masjid Ngadinegaran dan panitia penyelenggaraan Peken Sonten karena untuk kali pertama memberikan ruang secara resmi kepada para UMKM. Menurutnya, hadirnya Peken Sonten ini, menjadi upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya di Kemantren Mantrijeron.
"Tadi Pak Hamim menyampaikan bahwa sampai nolak peserta, karena kekuatannya cuma 45 dari 200 yang mendaftar. Harapan kami tahun depan direncanakan lebih baik harusnya bisa ditampung semua," katanya.
Wawan juga mengharapkan, hadirnya Peken Sonten yang lokasinya tidak jauh dari Kampung Ramadan Jogokariyan juga bisa mengikuti kesuksesannya, meski hal ini baru pertamakali diselenggarakan. Untuk itu Ia meminta, agar panitia lebih mengkreasikan termasuk menata tempat dengan kekhasannya.
"Perlu dicarikan suatu ide-ide canggih ya konsep out of the box yang mana akhirnya kalau mau datang ke acara Peken Sonten Ngadinegara ini, ada yang kekhususannya di sini. Apakah cara melayaninya, apakah posisi makanannya memang sudah terkurasi, sehingga orang atau UKM yang mendaftar disini benar-benar menerima manfaat selesai mengikuti Peken Sonten 30 hari," ujarnya.
Salah satu warga yang berjualan di Peken Sonten Masjid Ngadinegaran Aulia Putri mengaku, bersyukur dengan adanya ruang yang diberikan melalui Pasar Sore Masjid Ngadinegaran. Menurutnya dengan adanya pasar sore ini, bisa meningkatkan perekonomian UMKM di Mantrijeron.
"Kemudian juga bisa meningkatkan kreativitas yang muda-muda banyak yang ikut. Menurut saya ini sangat membantu," ucap Aulia Putri yang berjualan makanan seperti puding dan kimbab.
Pasar tiban atau pasar Ramadan menjadi tradisi yang khas dan tidak hanya bisa dinikmati umat muslim, namun seluruh masyarakat dengan berbagai keunikan serta kekhasannya saat bulan suci Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....