Pasar Ramadan PAY Lowanu Yogyakarta Diikuti 25 UMKM

  • 19 Feb 2026 13:58 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sebanyak 25 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ambil bagian dalam Pasar Ramadan Panti Asuhan Yatim (PAY) Putra Muhammadiyah Lowanu Yogyakarta. Pasar Ramadan ini digelar di kompleks panti asuhan di Jalan Lowanu Timuran, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta pada Rabu sore, 18 Februari 2026.

Kegiatan yang kini memasuki tahun kelima tersebut resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Wirawan Hario Yudho, mewakili Wali Kota Yogyakarta. Pembukaan Pasar Ramadan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wirawan, yang disaksikan jajaran Muspika Kemantren Mergangsan, tokoh masyarata, serta pelaku usaha UMKM.

Ketua Panitia sekaligus Ketua PAY Tri Haryanto mengungkap, peserta tahun ini diisi UMKM dari berbagai wilayah, seperti Mergangsan dan Umbulharjo. "Pasar Ramadan ini sudah yang kelima. Kita baru bisa menyediakan 25 tempat. Mudah-mudahan yang akan datang kita bisa menyediakan lebih dari 25," ujarnya.

Ia mengatakan, Pasar Murah kali ini merupakan hasil kerja sama dengan komunitas UMKM Jogja Membumi. Selain itu, panitia juga bekerja sama dengan warga sekitar.

Pasar Ramadan ini, kata Tri, bukan hanya sekadar tempat berburu takjil, tetapi juga menjadi motor penggerak perekonomian bagi masyarakat setempat. Selain aspek ekonomi, ia juga mengatakan, kegiatan ini sebagai ajang edukasi untuk para santri karena mereka turut dilibatkan langsung dalam kegiatan berdagang guna melatih kemandirian dan jiwa kewirausahaan.

Ketua UMKM Jogja Membumi, Sri Haryani, mengungkap antusiasme peserte cukup baik, meski faktor cuaca kerap menjadi tantangan. "Tahun kemarin kondisinya hampir sama, sering hujan. Kadang karena hujan dagangan kurang laku dan ada yang menyerah. Tapi kalau tidak hujan pasti ramai. Bahkan walaupun hujan, Alhamdulillah tetap laku," katanya.

Ia juga menyoroti biaya pendaftaran yang sangat terjangkau. Hanya dengan membayar Rp50.000, pelaku UMKM bisa berjualan di sana selama 25 hari dan mendapatkan sejumlah fasilitas seperti tenda, banner, serta listrik dan air.

"Ini sudah termasuk murah, Rp50.000 sudah dapat tenda dan banner, itu selama 25 hari. Kalau listrik mereka membayar Rp3.000 per hari, untuk yang mau pakai. Kan termasuk ringan," ujar Yani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....