Ratusan Relawan Bekerja di Balik 3.800 Porsi Takjil Masjid Jogokariyan
- 19 Feb 2026 12:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di balik kemegahan tradisi buka puasa atau Takjil yang disediakan di Masjid Jogokariyan secara graris, terdapat narasi sebuah perjuangan tanpa pamrih. Tahun ini dengan tema "Berkah Berjamaah: 60 Tahun Jogokariyan Membangun Peradaban" salah satunya diwujudkan dengan nyata dari tangan dingin lebih dari 600 relawan yang memastikan ribuan jamaah terjamu dengan layak setiap harinya.
Bukan dari katering ataupun dapur umum, dengan menu yang disajikan 3.800 porsi setiap harinya justru hadir dari dapur-dapur warga. Ketua Panitia Kampung Ramadan Jogokariyan, Muhammad Falah Akbar mengatakan, bahwa kekuatan utama dari hadirnya menu takjil ini dari sekitar 28 kelompok ibu-ibu PKK yang setiap harinya menu disajikan berbeda.
"Jadi ibu-ibu itu biasanya kan masak di rumahnya masing-masing itu kan di rumah warga, jadi persiapannya mungkin bisa dari hari sebelumnya gitu. Dan untuk di masjid itu kita proses menanak nasinya dari siang hari, kemudian nanti mulai di plating juga di masjid," katanya, Rabu, 18 Februari 2026.
Bergerak tanpa pamrih mendapatkan keberkahan bulan suci Ramadan mungkin menjadi alasan utama bagi para warga yang setiap hari tanpa lelah menyajikan menu takjil bagi jamaah. Falah menyampaikan, sistem kerelawanan diterapkan dalam menyiapkan menu takjil di Masjid Jogokariyan, hingga kebersihan tempat makannya.
"Kalau untuk penghasilan tidak, karena kita di sini sistemnya adalah relawan gitu. Jadi memberdayakan ibu-ibu PKK untuk memasaknya dan juga sampai nanti di akhir ada tim khusus untuk cuci piring karena kita memakai piring," ucapnya.
Total ada sekitar 500 sampai 600 orang yang terlibat dalam menyiapkan takjil harian, termasuk dijelaskan Falah, untuk yang bertugas mencuci piring sekitar 50 orang. Dipilih piring dalam penyajian takjil bukan tanpa alasan, karena selain diharapkan makanan tidak dibawa pulang, juga meminimalisir sampah yang dihasilkan.
"Itu tujuan utamanya adalah supaya makanan tidak dibawa pulang supaya jemaah yang makan di sini nanti harapannya ikut salat berjamaah, karena Maghrib di masjid kita menyediakan sampai empat kloter. Kemudian penggunaan piring juga alasan lingkungan supaya tidak menambah sampah, sampah bungkus makanan dan juga nanti di akhir ada tim khusus untuk cuci piring," ujarnya.
Menginjak usia 60 tahun Masjid Jogokariyan diharapkan semakin membawa berkah berjamaah sesuai tema besar yang diusungnya. Melalui semangat berbagi berkah, berbagi pahala dan juga memberdayakan masyarakat sekitar, bahkan semangat berbagi ini bisa dilakukan dengan sedekah untuk satu porsi saja sebesar Rp15 ribu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....