Kemenag Kulon Progo Dorong Masyarakat Jaga Kerukunan di Bulan Ramadan

  • 18 Feb 2026 15:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo - Menanggapi perbedaan penetapan awal Ramadan di sejumlah wilayah Indonesia, Kantor Kemenag Kabupaten Kulon Progo mengimbau seluruh lapisan masyarakat, tetap menjaga kerukunan dan saling menghormati. Perbedaan diharapkan menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan.

Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo Wahib Jamil mengatakan perbedaan penentuan awal bulan suci adalah persoalan ijtihadi (hasil ijtihad) yang tentunya tidak perlu disikapi berlebihan.

"Perbedaan justru menjadi momentum agar ramadan menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan," ujarnya, Rabu 18 Februari 2026.

Wahib Jamil menjelaskan, agama merupakan ranah yang sensitif, sehingga sikap menghargai keyakinan orang lain menjadi kunci utama. Setiap organisasi keagamaan memiliki dasar hukum dan metodologi masing-masing, baik melalui metode hisab maupun rukyat.

Oleh karena itu, Wahib Jamil mendorong masyarakat agr membangun literasi keagamaan yang baik agar tidak mudah terprovokasi.

"Pemerintah melalui sidang isbat telah mengambil keputusan berdasarkan mekanisme musyawarah dan pertimbangan ilmiah demi memberikan kepastian layanan kepada umat. Kami berharap agar tidak ada pihak yang merasa paling benar secara sepihak," ujarnya.

Wahib Jamil menjelaskan, Esensi Ibadah Adalah Menjalankan perintah agama dengan khusyuk dengan tidak saling menyalahkan antar-kelompok. Kebenaran sejati adalah milik Allah SWT.

"Kita memiliki tujuan yang sama, menjalankan ibadah sesuai keyakinan tanpa saling menyalahkan," ucapnya.

Hingga saat ini, ujar Jamil, situasi di Kabupaten Kulon Progo terpantau sangat kondusif. Masyarakat tetap menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan penuh semangat kebersamaan, yang membuktikan bahwa kedewasaan beragama di wilayah ini terjaga dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....