Punggahan, Tradisi Unik di Jawa Menyambut Awal Ramadan
- 18 Feb 2026 15:08 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Suasana khidmat menyelimuti warga Bakungan Kwagon RT01/RW01 Sidorejo, Godean, Sleman, Yogyakarta, pada hari Selasa, 17 Februari malam. Mereka berkumpul di Musola Miftakhul Jannah untuk melaksanakan tradisi Punggahan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Tradisi punggahan masih terus dilestarikan warga Bakungan sebagai penanda dimulainya rangkaian ibadah puasa Ramadan tahunan. Kegiatan ini menjadi momentum penting mempererat kebersamaan sekaligus menjaga warisan budaya leluhur tetap hidup berkembang.
Seluruh warga terlebih dahulu melaksanakan sholat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan salat tarawih bersama. Setelah rangkaian ibadah selesai, warga saling berjabat tangan dalam suasana halal bihalal penuh kehangatan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama demi kelancaran menjalani ibadah puasa Ramadan mendatang. Doa tersebut dipimpin Ustaz Rustandi dan diamini oleh seluruh jamaah dengan penuh kekhusyukan yang mendalam.
Pemuda dan pemudi setempat turut berperan membagikan nasi gurih kepada seluruh warga yang hadir. Nasi punggahan tersebut berisi tempe, telur, dan kerupuk sebagaimana hidangan tradisional punggahan pada umumnya.
Seluruh warga menikmati hidangan sederhana itu dengan rasa syukur dan kebahagiaan menyambut Ramadan. Kebersamaan malam itu memperlihatkan kekuatan tradisi sebagai perekat sosial masyarakat Bakungan.
| Baca juga: Kemeriahan Ramadan dan Imlek di Hong Kong |
Sugimin selaku Ketua RT Bakungan menegaskan tradisi punggahan terus dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi antar warga sekaligus menjaga tradisi leluhur tetap lestari.
“Tradisi punggahan berasal dari kata munggah yang berarti naik dalam bahasa Jawa,” ujar Sugimin.
Ia menjelaskan, datangnya Ramadan harus disambut dengan meningkatkan iman dan takwa seluruh warga.
Tujuan utama punggahan adalah mengingatkan umat Muslim bahwa Ramadan segera tiba, Ia menambahkan, tradisi ini juga menjadi pengingat untuk mendoakan leluhur dan saudara telah wafat.
Melalui tradisi punggahan, warga Bakungan berharap mampu menyambut Ramadan dengan hati bersih bersama. Semangat kebersamaan tersebut menjadi bekal penting menjalani ibadah puasa secara khusyuk dan penuh makna. (Gilang Kinantyo Rahmat)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....