Berdayakan UMKM Sekitar lewat Takjil, Baznas Hadirkan Gerai ZIftar

  • 18 Feb 2026 10:21 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bulan suci Ramadan menjadi berkah bagi setiap masyarakat, termasuk pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) disekitar Masjid. Langkah ini pula yang mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta untuk pertama kalinya meluncurkan program Gerai ZIfthar di Masjid Pangeran Diponegoro.

Melalui pelibatan UMKM, program ini menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berada di sekitar Masjid Pangeran Diponegoro selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah / 2026 Masehi. Program ini merupakan inisiatif pemberdayaan mustahik melalui dukungan modal usaha dan sarana produksi bagi sedikitnya 30 pelaku UMKM di sekitar masjid.

Program yang secara resmi diluncurkan Wali kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Selasa, 17 Februari 2026 ini merupakan contoh konkret fungsi sosial masjid dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Nantinya para UMKM akan memproduksi makanan berbuka puasa (takjil) yang disiapkan setiap hari selama Ramadan, dan dibagikan kepada masyarakat melalui sistem penukaran kupon yang diberikan kepada warga yang berbuka puasa di masjid.

“Baznas menginisiasi pemberian modal kepada warga sekitar masjid untuk memproduksi takjil. Dulu sering diproduksi sendiri oleh masjid, sekarang diproduksi warga sekitar. Artinya masjid memakmurkan masyarakat,” ujarnya.

Hasto mengungkapkan, konsep yang diterapkan ini mirip dengan praktik ekonomi berbasis jamaah yang telah berjalan di Masjid Jogokariyan, sehingga perputaran dana umat dari masyarakat kembali ke masyarakat. Nantinya setiap sore akan disiapkan sekitar 1.000 porsi takjil dari produk UMKM lokal.

“Saya cek satu per satu bagus ya, karena menggunakan produk lokal, bukan impor. Supaya uangnya berputar ke warga sendiri. Saya berharap, program Gerai ZIfthar ini dapat diterapkan secara rutin di tahun-tahun mendatang,” katanya.

Kegiatan peluncuran Gerai ZIfthar sekaligus menandai pembukaan resmi rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H di Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota Yogyakarta.

Setiap harinya, 1.000 hidangan akan dibagikan kepada masyarakat melalui sistem penukaran kupon yang diberikan kepada warga yang berbuka puasa di masjid.

Ketua Takmir Masjid Pangeran Diponegoro, Octo Noor Arafat mengatakan, Ramadan menjadi momentum membangun kebersamaan, kepedulian, kemandirian, dan kedisiplinan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Selain program ekonomi, masjid juga menyelenggarakan berbagai kegiatan ibadah dan sosial, diantaranya, Pesantren Ramadan bagi pengayuh becak di Kota Yogyakarta, Kajian rutin dan tausiah, Shalat tarawih berjamaah, Santunan masyarakat kurang mampu, Pembagian 1.000 porsi takjil setiap hari.

“Kami berharap Ramadan ini menjadi Ramadan terbaik, dijalani dengan khusyuk dan penuh kemanfaatan sehingga kita menjadi pribadi yang semakin bertakwa dan bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.

Sementara salah satu peserta Gerai ZIfthar, Rita Febriana mengaku sangat senang dengan adanya program ini. Menurutnya, melalui pemberdayaan UMKM di sekitar masjid dapat sekaligus mendukung pengembangan UMKM di sekitar Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota Yogyakarta.

“Senang sekali kami dibantu untuk mengembangkan UMKM kami. Terima kasih sekali untuk Baznas. Semoga kedepannya terus berlanjut dan sekaligus bisa membantu berkembangnya UMKM,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....