Kubo, Tulang Punggung Jepang Memecah Mitos Buruk Babak 16 Besar

  • 10 Jun 2026 23:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pada ajang Piala Dunia FIFA Qatar 2022, Takefusa Kubo menjadi anggota termuda dalam skuad Jepang saat usianya baru menginjak 21 tahun. Ia menjadi bagian dari sejarah sepak bola negaranya saat tim Samurai Biru menumbangkan dua raksasa Eropa, Jerman dan Prancis, sebelum akhirnya mengalami kekalahan tragis dari Kroasia melalui adu penalti.

Namun, empat tahun berselang, talenta muda yang dulunya merupakan representasi masa depan Jepang kini memikul harapan besar seluruh negeri di pundaknya.

"Momen itu terjadi sekitar pertandingan keempat atau kelima kualifikasi Asia. Kami telah memimpin sekitar enam poin, dan hal itu menyadarkan saya betapa tangguhnya kami saat ini," ujar Kubo beberapa waktu lalu.

Pemain yang kerap dijuluki Messi dari Asia ini menilai timnas Jepang memiliki modal berharga ketika hadir di Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

"Saya merasa kami menjadi lebih percaya diri. Ini bukan hanya tentang hasil akhir, melainkan juga tentang cara kami bermain dan seberapa padu kami sebagai sebuah tim," ucapnya.

Kepercayaan diri tersebut dibangun di atas puing-puing kekecewaan di Qatar. Jepang belum pernah sekalipun menembus babak perempat-final Piala Dunia sepanjang sejarah, dan pertandingan melawan Kroasia menjadi contoh terbaru dari ketidakmampuan mereka melewati kutukan Babak 16 Besar.

"Pertandingan itu benar-benar menunjukkan kepada saya betapa sulitnya mengubah sejarah," kata Kubo.

Namun, dalam pandangannya, kekalahan tersebut tidak terjadi di babak adu penalti. Sebab itu, skuad Jepang bersiap lebih dini tahun ini.

"Entah itu karena intensitas kami dalam pertandingan atau detail-detail kecil yang gagal kami eksekusi dengan baik, kami benar-benar menyadari bahwa ada sesuatu yang kurang. Lembaran sejarah mencatat kami kalah dalam adu penalti, tetapi saya pikir ada banyak hal yang bisa kami lakukan dengan lebih baik dalam 120 menit sebelum babak penentuan itu," ucap eks pemain Real Madrid tersebut.

Kubo menjelaskan, skuad Jepang saat ini mempelajari dan berlatih taktik serta strategi secara mendalam. Inilah alasan utama mengapa memastikan setiap detail kecil yang nantinya berjalan sempurna, menurut Kubo, akan menjadi hal yang sangat krusial pada Piala Dunia 2026.

"Di Piala Dunia, jalannya pertandingan ditentukan oleh margin yang sangat tipis. Saya rasa sangat penting untuk menangani setiap aspek permainan secermat mungkin,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....