Syauqi Gaungkan Semangat Alquran di Ramadan Bersama RRI

  • 23 Feb 2026 15:15 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Peserta Tahfidz Alquran, Malihan Muthahihar Syauqi Madina atau yang akrab disapa Syauqi, tampil mewakili Koordinator Wilayah (Korwil) XI pada ajang Pekan Tilawatil Qur’an Radio Republik Indonesia (PTQ RRI) tingkat Nasional. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 23 Februari 2026 di RRI Yogyakarta melalui Zoom dan menjadi bagian dari rangkaian syiar Ramadan yang disiarkan kepada khalayak luas.

Syauqi yang masih berstatus pelajar sekaligus santri mengaku bersyukur mendapat kesempatan tersebut. Ia menyebut momentum Ramadan sebagai alasan utama mengikuti ajang tahfidz itu. “Karena ini mungkin momen pas Ramadan juga ya. Ini mungkin bisa membangkitkan semangat membaca Alquran,” ujarnya.

Menurutnya, Ramadan sebagai bulan turunnya Alquran harus menjadi penguat semangat generasi muda untuk semakin dekat dengan kitab suci. Ia berharap kegiatan seperti PTQ RRI dapat menjadi pemantik kecintaan terhadap Alquran di berbagai kalangan. “Saya berharap bisa membangkitkan semangat-semangat ke-Quran-an bagi para pemuda dan semua kalangan,” katanya.

Suasana Pekan Tilawatil Qur’an Nasional Tahun 2026 tersaji melalui Zoom di RRI Yogyakarta, Senin (23/2/2026). (Foto: Andi Mardianto)

Santri dari Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini mulai menghafal Alquran sejak duduk di kelas 6 sekolah dasar atau sekitar usia 12 tahun. Kini di usia 19 tahun, ia telah menuntaskan hafalan 30 juz. Capaian tersebut, menurutnya, tidak lepas dari dukungan orang tua, para guru, serta teman-teman yang senantiasa memberi semangat.

Dalam menjaga hafalan, Syauqi mengakui tantangan terbesar adalah membagi waktu di tengah aktivitas sekolah dan kegiatan lainnya. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam murajaah. “Kita harus benar-benar menyempatkan, bukan menunggu sempat. Harus pintar-pintar mengatur waktu,” ucapnya.

Untuk menjaga kualitas tajwid dan makhraj saat tampil, ia memperbanyak latihan serta mendengarkan bacaan qari yang lebih berpengalaman. Sebelum tampil, ia membiasakan diri membaca basmalah dan mengatur napas guna meredakan ketegangan. Ia mengaku sempat merasa gugup ketika pertama kali siaran langsung di radio, namun berusaha tetap fokus pada hafalannya.

Syauqi menilai peran RRI sangat strategis dalam menyebarluaskan syiar Alquran karena jangkauan siarannya yang luas. Ia berharap generasi Gen Z dapat menjadikan ajang seperti ini sebagai motivasi untuk terus membersamai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, Alquran adalah pedoman hidup yang senantiasa hadir membimbing di setiap keadaan dan tantangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....