Motor Retro Kembali Jadi Gaya Hidup Anak Muda di Yogyakarta
- 19 Mei 2026 08:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tren motor retro dan modifikasi bergaya klasik kembali ramai mewarnai jalanan Kota Yogyakarta dalam beberapa waktu terakhir. Aktivitas komunitas motor custom terlihat semakin aktif, terutama saat akhir pekan di sejumlah titik pusat kota hingga kawasan wisata malam yang menjadi lokasi favorit berkumpul para pecinta otomotif.
Motor dengan konsep cafe racer, bratstyle, japstyle, hingga vespa klasik kini semakin mudah ditemui di berbagai ruas jalan di Jogja. Kendaraan bergaya retro tersebut tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi harian, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan identitas komunitas anak muda di kota pelajar.
Fenomena tersebut turut mendorong meningkatnya aktivitas bengkel custom dan penjualan aksesori otomotif di sejumlah kawasan kota. Modifikasi lampu klasik, jok handmade, tangki custom, hingga penggunaan warna-warna vintage menjadi detail yang banyak diminati para penggemar motor retro.
Pelaku bengkel custom di Yogyakarta, Arga Prasetyo, mengatakan permintaan modifikasi motor klasik mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, banyak anak muda mulai tertarik membangun motor dengan konsep unik dan berkarakter. “Sekarang motor retro bukan hanya kendaraan, tapi juga bagian dari ekspresi diri dan gaya hidup komunitas,” ujarnya.
Selain tampil unik, motor klasik dinilai memiliki nilai estetika dan karakter tersendiri yang berbeda dari kendaraan modern. Banyak penggemar otomotif memanfaatkan motor custom sebagai sarana menyalurkan kreativitas sekaligus memperkuat identitas personal melalui desain kendaraan yang dibuat sesuai selera masing-masing.
Aktivitas touring malam dan kopi darat komunitas motor juga semakin ramai digelar di sejumlah lokasi seperti kawasan Malioboro, Titik Nol Kilometer, hingga area coffee shop yang menjadi tempat berkumpul komunitas otomotif Jogja. Suasana tersebut semakin memperkuat budaya otomotif retro yang berkembang di kalangan generasi muda.
Pengamat otomotif lokal, Dimas Wicaksono, menilai tren motor retro masih akan terus berkembang di Yogyakarta seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya custom dan seni otomotif. “Motor klasik memiliki daya tarik visual dan nilai seni yang kuat sehingga tetap diminati berbagai kalangan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....