Roadshow Hamengkubuwono Cup Bangkitkan Semangat Basket Jogja
- 04 Okt 2026 02:36 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Roadshow Hamengkubuwono Cup 2026 resmi menyapa pelajar di SMP Kristen Kalam Kudus Yogyakarta sebagai rangkaian pra-event menuju penyelenggaraan turnamen basket antarpelajar. Kegiatan tersebut menjadi pembuka roadshow yang akan menyambangi sejumlah sekolah peserta di Yogyakarta sepanjang Oktober 2026.
Kepala SMP Kristen Kalam Kudus Yogyakarta, Clara Sriwahyuni Priya Stuti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kehormatan bagi sekolahnya karena dipercaya menjadi lokasi pertama pelaksanaan roadshow Hamengkubuwono Cup 2026. Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan Piala Raja kepada para pelajar yang akan mengikuti kompetisi.
"Tujuan utamanya sebenarnya ini adalah promosi dari HB Cup Piala Raja untuk tahun 2026 ini. Karena SMP Kristen Kalam Kudus mengikuti event tersebut dan ini merupakan roadshow pertama yang mereka kerjakan," ujar Clara.

Hamengkubuwono Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 3-15 November 2026. Khusus di Yogyakarta, kompetisi tersebut diikuti lebih dari 24 sekolah, sementara peserta juga berasal dari luar daerah, termasuk sejumlah SMP dari Jakarta.
Clara menjelaskan, pemilihan SMP Kristen Kalam Kudus sebagai lokasi pembuka tidak terlepas dari kultur basket yang cukup kuat di lingkungan sekolah. Basket menjadi salah satu olahraga favorit siswa, ditambah sekolah tersebut secara rutin menyelenggarakan kompetisi basket melalui Kalam Kudus Hopefest.

Pesan Sportivitas
Selain memperkenalkan kompetisi, roadshow tersebut juga membawa pesan mengenai sportivitas, kepercayaan diri dan kebersamaan. Clara berharap para siswa tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga mampu membangun karakter serta mendukung teman-teman yang berkompetisi.
"Harapannya anak-anak itu juga punya kepercayaan diri yang tumbuh dalam diri mereka bahwa mereka bisa melakukan apa saja dan bisa berprestasi asal mau berusaha," ucap Clara.
Ketua Yayasan Kalam Kudus Indonesia, Sulaiman, menilai kegiatan olahraga merupakan bagian penting dalam pendidikan karena perkembangan siswa tidak hanya ditentukan oleh aspek akademik. Menurutnya, kesehatan fisik, mental dan kegiatan positif di luar kelas turut mendukung pembentukan siswa secara utuh.

Yayasan Kalam Kudus Indonesia saat ini menaungi 122 unit sekolah di berbagai daerah dengan jumlah siswa sekitar 25 ribu orang. Sulaiman menyebut basket menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang banyak diminati, termasuk di sejumlah cabang Kalam Kudus seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Bali hingga Jayapura.
"Kami berharap terus memberi sumbangsih bagi Kota Jogja, baik dalam bidang pendidikan maupun kegiatan olahraga untuk masyarakat dan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta," katanya.
Sementara itu, Kepala Pelatih Tim Basket Putra SMP Kristen Kalam Kudus Yogyakarta, Panji, mengatakan timnya telah melakukan persiapan sejak awal semester untuk menghadapi berbagai kompetisi. Persiapan khusus menjelang Hamengkubuwono Cup difokuskan pada peningkatan pertahanan dan stamina pemain.

Menurut Panji, pengalaman bertanding menjadi salah satu faktor penting dalam membangun mental atlet muda. Ia menyebut tim basket putra Kalam Kudus memiliki rekam prestasi yang cukup konsisten dengan sejumlah pencapaian, termasuk meraih juara ketiga dalam salah satu turnamen serta posisi runner-up pada kompetisi sebelumnya.
Panji menargetkan timnya mampu bersaing hingga babak semifinal Hamengkubuwono Cup 2026. Ia menyadari persaingan akan cukup ketat karena sejumlah peserta memiliki pengalaman mengikuti kompetisi bergengsi di daerah masing-masing.

Dari sisi penyelenggara, Project Manager Hamengkubuwono Cup 2026, Wahyu Tawang Marwoso, mengatakan roadshow tersebut bertujuan menggaungkan nama Hamengkubuwono Cup sekaligus membangun atmosfer kompetisi sebelum turnamen dimulai. Sebanyak 16 sekolah di Yogyakarta dijadwalkan menjadi tujuan roadshow.
"Tujuan utama roadshow ini kita ingin menggaungkan nama Hamengkubuwono Cup dan membakar semangat teman-teman peserta yang sudah kita pilih, kurang lebih ada 16 sekolah," ujar Tawang Marwoso.
Tawang Marwoso menambahkan, Hamengkubuwono Cup tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Penyelenggara ingin membangun pengalaman pertandingan yang mencakup sportivitas, hiburan, pembinaan dan pembentukan karakter atlet muda. Program tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem basket usia dini di Yogyakarta.

Ia menegaskan, pembinaan karakter menjadi perhatian penting dalam penyelenggaraan kompetisi. Para siswa dan suporter diharapkan tetap menjaga sportivitas, sopan santun dan nama baik Yogyakarta selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan. Dengan demikian, Hamengkubuwono Cup diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perebutan piala, tetapi turut menjadi ruang pembinaan generasi muda melalui olahraga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....