Tunisia Menggelar Kejuaraan Bolavoli Putra Afrika (CAVB) 2026

  • 16 Sep 2026 13:44 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Tunis - Kejuaraan Bolavoli Putra Afrika CAVB 2026 berlangsung di Tunis, Tunisia, 15 – 25 September 2026. Kejuaraan ini tidak hanya akan menentukan juara kontinental tahun ini, di mana yang berhak atas tiket Afrika untuk cabang bolavoli putra Olimpiade Los Angeles 2028, tetapi juga akan memperebutkan tiga tiket menuju Piala Dunia Bola Voli Putra FIVB 2027 di Polandia.

Awalnya, Kejuaraan Afrika ini dijadwalkan berlangsung di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo. Namun kekhawatiran terkait keselamatan kesehatan akibat wabah Ebola, mendorong penyelenggara untuk memindahkan lokasi dan menunda kompetisi selama 10 hari.

Sebanyak 13 tim nasional bolavoli putra Afrika dibagi ke dalam empat grup dengan sistem round-robin. Seluruh tim akan melaju ke fase playoff turnamen, yang dimulai dari babak 16 besar hingga pertandingan perebutan medali.

Juara Grup A, C, dan D akan langsung melaju ke perempat final. Sementara 10 tim lainnya akan bertanding dalam lima laga babak 16 besar untuk memperebutkan lima tempat tersisa di perempat final.

Pool A terdiri dari tiga tim dengan tuan rumah turnamen, Tunisia menjadi unggulan utama dalam grup ini. Saat ini Tunisia menempati peringkat ke-44 dunia versi FIVB, mereka adalah tim Afrika dengan peringkat tertinggi kedua.

Tunisia juga merupakan tim paling berprestasi dalam sejarah Kejuaraan Afrika, dengan koleksi 11 gelar juara, serta tujuh medali perak dan dua perunggu. Namun, pada edisi sebelumnya tahun 2023, Tunisia gagal naik podium untuk pertama kalinya sejak 2009. Pool ini juga dihuni oleh tim Kenya dan Ghana.

Juara bertahan, Mesir yang merupakan tim peringkat ke-26 dunia, tim Afrika dengan peringkat tertinggi akan memimpin grup B. Pada tahun 2023, mereka meraih gelar juara Kejuaraan Afrika untuk kesembilan kalinya, melengkapi koleksi enam medali perak dan tiga perunggu yang telah mereka raih sebelumnya.

Maroko, yang pernah tiga kali meraih medali perunggu di tingkat kontinental, terakhir pada tahun 2015 serta Gambia adalah dua tim lainnya yang bersaing di Pool B.

Nigeria, tim Afrika dengan peringkat tertinggi ketiga (peringkat ke-53 dunia), akan memimpin Pool C. Tim Nigeria telah mengoleksi satu medali dalam sejarah Kejuaraan Afrika, yaitu medali perak pada tahun 2001 saat mereka menjadi tuan rumah.

Runner-up edisi terakhir, Aljazair, juga berada di pool ini. Mereka memiliki dua gelar juara (1991, 1993), empat medali perak, dan enam medali perunggu dalam koleksi prestasi kontinental mereka. Chad menjadi tim ketiga di pool tersebut.

Pool D adalah satu-satunya grup yang berisi empat tim. Grup ini terdiri atsa Kamerun, tim peringkat ke-54 dunia dan tim Afrika dengan peringkat tertinggi keempat. Mereka memiliki koleksi dua medali emas (1989, 2001), lima perak, dan lima perunggu dari Kejuaraan Afrika.

Pencapaian podium terakhir mereka adalah medali perak pada tahun 2021, sementara pada tahun 2023, Kamerun finis di posisi keempat. Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, dan Rwanda melengkapi komposisi Pool D.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....