Piala Raja 2026 Jadi Ajang Uji Kematangan Atlet

  • 16 Sep 2026 12:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Kejuaraan Nasional Bulutangkis Piala Raja Hamengku Buwono X ke-2 Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar kemenangan. Kompetisi ini juga diharapkan menjadi ruang bagi atlet untuk mengasah kemampuan, mental, sportivitas, dan kematangan dalam menghadapi tekanan pertandingan.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada Pembukaan Kejuaraan Nasional Bulutangkis Piala Raja Hamengku Buwono X ke-2 Tahun 2026.

Dalam kejuaraan yang berlangsung Selasa, 15 September 2026 di GOR Lembah UGM, Sri Sultan menilai bulutangkis bukan sekadar permainan yang mengandalkan kecepatan.

Menurutnya, seorang atlet dituntut mampu membaca ruang, menentukan waktu, mengambil keputusan, sekaligus mengendalikan diri ketika berada dalam tekanan pertandingan.

“Di sanalah kematangan seorang atlet diuji, pada kemampuan menguasai kok dan lapangan, sekaligus pada kemampuan menguasai dirinya sendiri. Piala Raja hendaknya menjadi ruang tumbuh bagi kematangan semacam itu. Kompetisi memang mencari yang terbaik. Tetapi proses menuju prestasi selalu mengandung nilai yang lebih panjang daripada hasil pertandingan,” ucap Sri Sultan.

Sri Sultan menambahkan, kecepatan dalam permainan bulutangkis harus diimbangi dengan pengendalian diri. Pengambilan keputusan pada waktu yang tepat menjadi bagian penting dalam membentuk strategi permainan.

Proses tersebut, lanjutnya, sekaligus menjadi ruang untuk menempa disiplin, menjaga sportivitas, membangun persahabatan, serta mempertaruhkan kehormatan seorang atlet.

“Kepada para atlet, bertandinglah dengan segenap kemampuan. Hormati lawan, dengarkan arahan pelatih, dan jagalah martabat pertandingan. Prestasi memang dapat mengantarkan seseorang menuju podium, namun karakterlah yang menentukan, apakah kehormatan tetap menyertainya ketika ia turun dari podium," kata Sri Sultan.

Sultan berharap Piala Raja dapat melahirkan atlet yang tidak hanya tangguh dari sisi teknik, tetapi juga matang secara mental dan memiliki sikap yang baik. Atlet diharapkan mampu meraih kemenangan tanpa kehilangan kerendahan hati dan menerima kekalahan tanpa kehilangan kehormatan.

“Sebab dalam olahraga, kemenangan tertinggi adalah ketika kemampuan dan keluhuran budi berjalan seiring. Semoga hari ini menjadi awal dari ikhtiar bersama, untuk prestasi bulutangkis Indonesia. Selamat bertanding, tunjukkan prestasi, junjung tinggi sportivitas,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris PBSI, Ricky Subagja menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Kejurnas Bulutangkis Piala Raja ke-2. Menurutnya, kejuaraan tersebut merupakan bagian dari kalender PBSI sekaligus menjadi bagian penting dalam sistem pembinaan prestasi bulutangkis nasional.

"Karena itu, kompetisi sudah seharusnya menjadi bagian dari yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan. Pembinaan pun perlu dilakukan secara sistemik, terukur, berkelanjutan, dan berorientasi pada prestasi," ucapnya.

Ricky menegaskan, kemenangan bukan satu-satunya tujuan dalam setiap pertandingan. Atlet diharapkan mampu menjadikan kekalahan sebagai pembelajaran dan kemenangan sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.

PBSI, lanjutnya, akan menjadikan seluruh rangkaian pertandingan sepanjang 2026 sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan sistem kompetisi dan pembinaan pada tahun-tahun mendatang.

"Pada Piala Raja 2026 ini, sistem baru juga akan diimplementasikan, yakni sistem skor 3x15. Ini juga menjadi tahapan evaluasi sistem baru ini, karenanya saya mengajak seluruh atlet, pelatih, official, dan seluruh perangkat pertandingan untuk bisa mengikuti sistem baru ini dengan baik. Beri kami masukan secara efektif, karena kita ingin sistem bulutangkis semakin kompetitif, semakin berkualitas, dan pada akhirnya mampu memberikan kontribusi terbaik bagi peningkatan prestasi bulutangkis Indonesia," ujarnya.

Sistem skor baru bulutangkis 3x15 mengharuskan pemain atau pasangan pemain memenangi tiga permainan dengan target 15 poin pada setiap gim. Sistem tersebut diterapkan dengan tujuan mempersingkat durasi pertandingan, meningkatkan tempo permainan, serta membantu proses pemulihan fisik atlet.

Ketua PBSI DIY, KPH Yudanegara mengatakan, Kejurnas Bulutangkis Piala Raja Hamengku Buwono X ke-2 diikuti 2.817 atlet dari 26 provinsi dan 532 klub bulutangkis.

Total terdapat 3.081 pertandingan yang digelar menggunakan 28 lapangan badminton. Kejuaraan berlangsung selama enam hari, 15-20 September 2026, di tiga GOR.

"Jumlah yang luar biasa ini menunjukkan Piala Raja tidak hanya pertandingan bulutangkis, tapi menjadi ruang pertemuan semangat, prestasi, dan persaudaraan. Harapannya, suatu hari nanti dari deretan atlet yang bertanding di Piala Raja, bisa lahir juara nasional, juara Asia, juara dunia, bahkan juara Olimpiade yang mengibarkan bendera merah putih," ucapnya.

Yudanegara menambahkan, pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, Piala Raja mencatatkan rekor MURI sebagai kompetisi bulutangkis dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia. Rekor tersebut kembali dipertahankan melalui penyelenggaraan Piala Raja ke-2 dengan jumlah peserta yang lebih banyak.

"Rencananya tahun depan, Piala Raja akan kami tingkatkan menjadi skala internasional. Kami berencana mengajak para peserta yang berasal dari Singapura, Malaysia, dan negara lainnya. Dan untuk atlet yang bertanding tahun ini, junjunglah sportivitas, bertandinglah dengan baik, hormati lawan dan wasit," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....