Zidan Attala Nouval Hidayat Juara Bentang Jawa 2026
- 23 Agt 2026 15:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Zidan Attala Nouval Hidayat berhasil menjadi finisher pertama dalam ajang Bentang Jawa 2026, lomba balap sepeda ultra tanpa dukungan dan navigasi mandiri yang melintasi Pulau Jawa dari barat ke timur. Pesepeda asal Sidoarjo itu menuntaskan rute sepanjang 1.500 kilometer dengan total elevasi mencapai sekitar 16.000 meter dalam waktu 3 hari 9 jam 43 menit.
Bentang Jawa 2026 menjadi tantangan besar bagi para peserta karena rute yang dilalui membentang melewati lima provinsi dengan karakter medan yang beragam. Pesepeda harus menghadapi jalur pantai, perbukitan, pegunungan hingga kawasan hutan, sekaligus mengandalkan kemampuan navigasi, strategi, ketahanan fisik dan kekuatan mental untuk mencapai garis finis di Banyuwangi.

Ajang tersebut dimulai dari Carita, Banten, pada Minggu 16 Agustus 2026, pukul 05.30 WIB dan berakhir pada Sabtu 22 Agustus 2026, pukul 17.30 WIB. Sebelum perlombaan, peserta terlebih dahulu menjalani pengambilan race pack pada Sabtu 15 Agustus 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan Technical Meeting wajib.
Bagi Zidan, Bentang Jawa 2026 menjadi pencapaian istimewa setelah tiga kali mengikuti ajang tersebut. Pada 2024, ia berhasil menjadi finisher kedua, kemudian menempati posisi keempat pada 2025. Perjalanan panjang tersebut akhirnya berbuah hasil terbaik setelah ia berhasil finis sebagai peserta pertama pada edisi tahun ini. “Setelah finish rasanya sangat lega dan senang, apalagi finish kali ini saya menjadi finisher pertama,” ujar Zidan.

Perjalanan menuju garis akhir bukan tanpa tantangan. Zidan harus menghadapi kondisi cuaca panas dan angin kencang yang menurutnya menjadi salah satu tantangan terbesar sepanjang rute. Selain itu, kondisi jalan lintas selatan yang mayoritas bergelombang turut menguras tenaga dan menuntut konsentrasi lebih tinggi selama perjalanan.
Kendala teknis juga sempat dialami Zidan ketika braket lampu depan sepedanya sudah tidak layak digunakan. Kondisi tersebut membuatnya hanya mengandalkan satu lampu depan selama perjalanan. Namun, kendala itu tidak membuatnya kehilangan fokus untuk mempertahankan ritme hingga mencapai garis finis.

Salah satu lokasi yang paling berkesan bagi Zidan adalah kawasan Bromo. Tanjakan curam yang seolah tidak berkesudahan menjadi ujian berat, tetapi terbayar dengan pemandangan alam yang menurutnya luar biasa. Perubahan rute pada edisi 2026 juga membuat tantangan semakin berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga ia harus kembali menata performa agar tetap fit. “Bentang Jawa adalah soal ketahanan fisik dan ketahanan mental, berbeda dengan race lain yang lebih mengutamakan kekuatan dan skill,” ucapnya.
Selain menghadapi medan dan cuaca, Zidan juga mendapat dukungan luar biasa dari teman, keluarga dan tim. Ia secara khusus menyebut Beni Yuanto dan Santika sebagai sosok yang memberikan dukungan penuh sejak masa latihan, persiapan peralatan hingga kebutuhan selama perlombaan. Antusiasme para dotwatcher dan masyarakat di sepanjang rute juga menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Bahkan, dukungan penonton membuat suasana perjalanan terasa berbeda. Zidan mengaku para dotwatcher yang mengawal perjalanannya di sejumlah kota terlihat seperti sebuah konvoi. Antusiasme tersebut juga menjadi salah satu momen paling berkesan karena Bentang Jawa 2026 dinilainya semakin dikenal dan viral di berbagai media
Dari perjalanan tersebut, Zidan menyimpulkan bahwa ultracycling bukan sekadar tentang seberapa kuat seseorang mengayuh sepeda, tetapi juga tentang keyakinan untuk menuntaskan tantangan. Ia menilai keyakinan akan mendorong seseorang mempersiapkan diri, menjaga konsistensi pace, mengelola rasa lelah dan mengambil keputusan dengan tepat. Untuk menghadapi rasa kantuk, misalnya, ia memilih melakukan power nap sekitar 10 menit agar tubuh kembali siap melanjutkan perjalanan.

Keberhasilan menjadi finisher pertama juga memperkuat pandangannya bahwa ketahanan mental memiliki peran besar dalam ultracycling. Zidan mengaku tidak pernah terpikir untuk menyerah karena keikutsertaannya kali ini merupakan kesempatan ketiga untuk memperbaiki pencapaian sebelumnya. Ia justru merasa harus mampu menyelesaikan perjalanan dengan hasil yang lebih baik. “Kalau ingin mengikuti Bentang Jawa, yakinkan diri untuk bisa finish terlebih dahulu. Setelah kita yakin, kita pasti akan mengusahakan semuanya,” katanya.
Dengan catatan waktu 3 hari 9 jam 43 menit, Zidan akhirnya menutup Bentang Jawa 2026 sebagai finisher pertama. Pencapaian tersebut menjadi buah dari pengalaman tiga tahun, persiapan, dukungan banyak pihak dan ketekunan menghadapi berbagai rintangan. Ia pun berharap pada kesempatan berikutnya dapat menyediakan waktu latihan lebih banyak agar mampu menghadapi tantangan ultracycling dengan persiapan yang semakin matang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....