Sleman Temple Run Kembali Hadirkan Tantangan Mengelilingi 5 Candi di Sleman

  • 07 Agt 2026 20:43 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman kembali menghadirkan event sport tourism berupa Sleman Temple Run pada 23 Agustus mendatang. Ini merupakan kompetisi lari berkonsep trail run atau olahraga lari dengan lintasan yang menantang. Kepala Dispar Sleman Edy Winarya menjelaskan rute dirancang agar menghadirkan pengalaman trail run yang aman sekaligus memperhatikan keindahan cagar budaya. Para pelari akan diajak untuk mengitari lima candi yang ada di Kapanewon Prambanan.

“Mulai dari Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Ratu Boko, Candi Miri, dan Candi Ijo yang menurut saya paling tinggi di atas Breksi kira-kira satu kilometer naik,” kata Edy saat jumpa pers di Kantor Dispar Sleman, Jumat, 7 Agustus 2026.

Edy menuturkan Sleman Temple Run digelar secara rutin setiap tahun dan kali ini merupakan pelaksanaan yang ke-11 kalinya. Sleman Temple Run menjadi satu-satunya event sport tourism lari di dunia dengan rute melewati candi-candi lengkap dengan pemandangan serta kekayaan budaya dan kesenian tradisi masyarakat.

Sejauh ini, Sleman Temple Run sudah mendapatkan rekomendasi dari Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) dan sudah terdaftar di International Trail Running Association (ITRA). Untuk itu, Dispar tak hanya menargetkan para pelari dari dalam negeri, tapi juga luar negeri. Edy menyebut, setidaknya ada 3 kategori yang bisa menjadi pilihan masyarakat. Ketiganya adalah kategori 7K, 15K, dan 30K.

“Dari yang sudah masuk sekitar 450 (peserta) itu porsinya yang paling banyak di 15K,” ucapnya.

Sementara, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman Irawati Palupi Dewi menuturkan untuk bisa mengikuti kategori 7K, peserta dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp375.000. Sementara, untuk kategori 15K dibanderol Rp 400.000 dan kategori 30K dibanderol Rp600.000. Ira mengatakan pihaknya menargetkan setidaknya ada 1.000 pelari dari berbagai daerah yang mengikuti Sleman Temple Run.

Dia menambahkan, gelaran sport tourism seperti Sleman Temple Run ini dinilai memberikan multiplyer effect, utamanya pada bidang akomodasi. Ira menyebut hal ini dibuktikan dengan okupansi sejumlah hotel yang penuh pada tanggal-tanggal pelaksanaan Sleman Temple Run. Tak hanya berfokus pada pelari dalam negeri, Ira menyebut pihaknya juga menargetkan pelari dari luar negeri.

“Kami melakukan promosi lewat media. Kami banyak wisatawan dari luar negeri karena trail run ini tersertifikasi secara internasional sehingga harapannya pelari-pelari dari luar negeri yang menginginkan tersertifikasi dari international trail running association itu mengikuti Sleman Trail Run ini,” kata Ira.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....