GABSI DIY Perbanyak Kejuaraan Demi Cetak Atlet Bridge Berprestasi
- 27 Jul 2026 03:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul - Pengurus Daerah Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Pengda GABSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat pembinaan atlet melalui penyelenggaraan berbagai kejuaraan di tingkat kabupaten dan kota. Langkah tersebut menjadi strategi utama untuk menjaring bibit atlet potensial sekaligus memperluas popularitas olahraga bridge, khususnya di kalangan pelajar. Komitmen itu disampaikan saat pembukaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bridge DIY 2026 di Komplek Perkantoran Pemkab Bantul II Manding, Sabtu 25 Juli 2026.
Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Juli 2026, diikuti ratusan atlet dari lima kabupaten dan kota di DIY. Pada hari pertama, sebanyak 100 atlet atau 50 pasangan bertanding pada kategori Mini Bridge, Kelompok Umur (KU) 13 tahun, KU-16, dan KU-19. Sementara itu, pertandingan kategori umum dijadwalkan berlangsung pada hari kedua sebagai penutup rangkaian Kejurda.
Ketua Pengda GABSI DIY, Arianto Wibowo, mengatakan Kejurda DIY 2026 bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan dan evaluasi kemampuan atlet sebelum menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun turnamen resmi di bawah naungan KONI dan Pengurus Besar GABSI. Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan agar prestasi bridge DIY tetap terjaga. "Ajang yang berlangsung hari ini merupakan wadah pembinaan, silaturahmi, sekaligus mengukur kemampuan atlet dalam menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi," katanya.

Mengusung tema "Memasyarakatkan Bridge", GABSI DIY berharap olahraga ini semakin dikenal luas oleh masyarakat, terutama generasi muda. Sebagai bentuk dukungan terhadap regenerasi atlet usia dini, seluruh peserta kategori kelompok umur dibebaskan dari biaya pendaftaran. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong semakin banyak pelajar untuk mengenal sekaligus menekuni olahraga bridge sejak usia dini.
Arianto menjelaskan, tidak diselenggarakannya Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) pada 2027 menjadi tantangan tersendiri bagi pembinaan atlet muda. Karena itu, GABSI DIY akan memperbanyak penyelenggaraan kejuaraan tingkat daerah agar atlet tetap memiliki ruang berkompetisi. Selain itu, sertifikat kejuaraan lokal akan dioptimalkan sehingga tetap dapat dimanfaatkan pelajar sebagai nilai tambah melalui jalur prestasi. "Program kerja ini merupakan salah satu upaya mengangkat potensi atlet bridge di Yogyakarta yang sangat besar. Namun, cabang olahraga ini masih menghadapi tantangan dalam aspek kemasyarakatan serta pengembangan di tingkat nasional yang belum mendapat dukungan optimal," ujarnya.
Selain memperbanyak kompetisi, Pengda GABSI DIY juga terus menjalin koordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY untuk memperkenalkan olahraga bridge di lingkungan sekolah. Program sosialisasi tersebut diharapkan mampu mendorong bridge masuk sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler sehingga regenerasi atlet dapat berjalan lebih sistematis. Arianto menilai langkah regenerasi harus segera dilakukan mengingat dalam beberapa tahun terakhir jumlah atlet baru masih relatif terbatas.
| Baca juga: SMA Islam 3 Pakem Gelar Kejuaraan Tenis Meja |
Menurut Arianto, keberhasilan Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Sleman dalam membina atlet muda patut menjadi contoh bagi daerah lain. Selain aktif menggelar pembinaan, kedua daerah juga berhasil memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi olahraga bridge kepada masyarakat. Berdasarkan data peserta Kejurda hari pertama, Gunungkidul menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak, disusul Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul, dan Kulon Progo.

Ketua Pengcab GABSI Gunungkidul, Trini Eko Dewi, mengungkapkan keberhasilan regenerasi atlet di daerahnya tidak lepas dari keterlibatan para guru olahraga. Pengurus secara aktif mengundang guru-guru untuk mengikuti pelatihan Mini Bridge sehingga mampu mengenalkan olahraga tersebut kepada para siswa di sekolah. "Melalui upaya ini kami ingin mengenalkan Bridge dan menghilangkan stigma negatif bahwa ini bukan permainan judi. Hasilnya kami berhasil menjaring ratusan bibit muda yang rutin berlatih setiap Sabtu," katanya.
Upaya tersebut membuahkan hasil dengan masuknya olahraga bridge sebagai kegiatan ekstrakurikuler di SDN Wonosari, SD Kanisius, dan SMP Al Mujahidin serta lahirnya tiga klub bridge baru di Gunungkidul. Pada Kejurda DIY 2026 kategori Mini Bridge, pasangan Davit-Elfri berhasil meraih juara pertama, disusul Azwan-Anindya di posisi kedua, Ansel-Bintang di posisi ketiga, dan Arman-Erlangga di posisi keempat. Sementara kategori KU-13 dimenangkan pasangan Alisha-Ello, diikuti Rakha-Alfath dan Kevin-Kenzie. Pada kategori KU-16, pasangan Nayla-Cinta keluar sebagai juara pertama, disusul Arsakha-Naresh di posisi kedua serta Nadhif-Hanna di peringkat ketiga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....