Muhammadiyah Dukung Pengembangan Walking Football
- 04 Jul 2026 19:30 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Muhammadiyah, menjajaki kerja sama dengan Persatuan Sepak Bola Jalan Kaki Seluruh Indonesia (Persejasi). Langkah ini untuk mengembangkan walking football, sebagai olahraga masyarakat berusia 50 tahun ke atas.
Penjajakan kerja sama itu, dibahas dalam pertemuan di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Menteri Supeno No. 42, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Jumat, 3 Juli 2026. Melalui kolaborasi ini, kedua pihak menargetkan bisa membentuk 1.000 komunitas walking football.
Rektor UMY, Profesor Achmad Nurmandi menyambut positif inisiatif pengembangan olahraga walking football ini. Luasnya jaringan Muhammadiyah di berbagai daerah, menjadi modal besar untuk memperluas jangkauan olahraga tersebut.
”Olahraga ini bisa berkembang cepat, melalui jaringan perguruan tinggi dan amal usaha Muhammadiyah,” katanya, Sabtu, 4 Juli 2026. ”Banyak warga Muhammadiyah suka sepak bola, tetapi usianya sudah tidak memungkinkan bermain dengan intensitas tinggi.”
Ketua LPO PP Muhammadiyah, Dr. Gatot Sugiharto menjelaskan, kerja sama ini berawal dari komunikasi antara Ketua Persejasi, Hendra Hartono, dengan LPO PP Muhammadiyah. Inisiatif ini sejalan dengan tiga fokus pengembangan olahraga Muhammadiyah.
Yaitu meliputi olahraga pendidikan, olahraga prestasi, dan olahraga masyarakat. Pada sektor olahraga pendidikan, Muhammadiyah memiliki 29 program studi olahraga yang tersebar di 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA).
”Termasuk sejumlah sekolah menengah yang telah membuka kelas khusus olahraga,” katanya. ”Pada olahraga prestasi, Muhammadiyah membina atlet Tapak Suci Putera Muhammadiyah serta menyelenggarakan ajang Muhammadiyah Games.”
Adapun pada bidang olahraga masyarakat, LPO PP Muhammadiyah secara rutin menggelar program Ngaji Olahraga. Program ini ke depan, akan dimanfaatkan sebagai media sosialisasi walking football kepada warga Muhammadiyah.
Ketua Persejasi, Hendra Hartono menjelaskan, organisasinya berdiri pada September 2021, yang berangkat dari keprihatinan. Karena sejumlah rekannya yang mengalami gangguan kesehatan bahkan meninggal dunia, setelah mereka memaksakan diri bermain sepak bola konvensional di usia lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....