Alexander Zverev Wujudkan Mimpi Juara di Lapangan Tanah Liat Roland Garros
- 09 Jun 2026 08:33 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Paris - Petenis Jerman, Alexander Zverev mewujudkan mimpi seumur hidupnya di Roland Garros. Ia mengalahkan finalis Grand Slam untuk pertama kalinya, Flavio Cobolli, dengan skor 6-1, 4-6, 6-4, 6-7(5), 6-1 untuk meraih gelar mayor pertamanya di Paris.
Dalam pertandingan yang menegangkan di Lapangan Philippe-Chatrier, Zverev tampil lebih stabil di set pertama dan ketiga sebelum menunjukkan dominasinya yang luar biasa di set terakhir. Setelah Cobolli berjuang keras untuk memenangkan tie-break set keempat yang dramatis dengan pukulan forehand yang mematikan, Zverev menolak untuk membiarkan kesempatan itu lepas begitu saja.
Setelah hampir meraih kemenangan di set keempat, pemain berusia 29 tahun itu bangkit dan tampil mengesankan. Ia harus memainkan set kelima dan mengamankan kemenangan yang diraih dengan susah payah selama empat jam 16 menit.
Bagi Zverev, kemenangan ini merupakan pencapaian puncak lainnya dalam karier yang telah lama menempatkannya di antara para elit olahraga tenis. Sejak menembus ATP Tour pada tahun 2016, petenis Jerman ini telah memenangkan dua gelar Nitto ATP Finals, tujuh gelar ATP Masters 1000, dan medali emas Olimpiade di nomor tunggal.
Petenis peringkat 3 dunia ini telah mengalami beberapa kekecewaan di panggung besar. Zverev kalah dari Dominic Thiem di final US Open 2020, kalah dari Carlos Alcaraz di final kejuaraan French Open atau Roland Garros 2024, dan kalah dari Jannik Sinner di final Australian Open 2025. Setelah kekalahannya di Melbourne, Zverev menjadi pria kedelapan di Era Terbuka (sejak 1968) yang kalah dalam tiga final besar pertamanya.
Seperti Zverev, juara delapan kali Grand Slam Andre Agassi, juara Wimbledon 2021 Goran Ivanisevic, dan juara US Open 2020 Thiem semuanya meraih gelar Grand Slam pertama mereka di final keempat mereka.
Zverev ambil bagian di Paris sebagai unggulan kedua setelah Alcaraz mengundurkan diri karena cedera. Unggulan teratas Sinner mengalami kekalahan mengejutkan di babak kedua dari Juan Manuel Cerundolo, sementara petenis Brasil berusia 19 tahun Joao Fonseca mengalahkan juara 24 kali Grand Slam Novak Djokovic di babak ketiga.
Zverev adalah pria Jerman pertama yang mengangkat Piala Mousquetaires sejak Henner Henkel pada tahun 1937. Zverev juga merupakan pria Jerman ketiga di Era Terbuka (sejak 1968) yang memenangkan gelar utama dan yang pertama sejak Boris Becker di Australia Terbuka 1996. Michael Stich meraih kemenangan di Wimbledon pada tahun 1991.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....