FIP Bronze Yogyakarta Sukses Digelar, Seleksi Timnas Padel Mulai Bergulir
- 24 Mei 2026 19:27 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Turnamen internasional padel pertama yang digelar di Indonesia, FIP Bronze Yogyakarta menjadi pijakan awal cabang olahraga ini untuk semakin berkembang pesat menuju prestasi internasional. Pada kesempatan yang sama, Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) mengumumkan dua pelatih tim nasional (Timnas) padel di Yogyakarta, Minggu, 24 Mei 2026.
Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita mengatakan, selain FIP Bronze di DIY, Jakarta, dan Banten, serta FIP Silver di Bali, persiapan matang akan dilakukan menyambut Asian Games 2026, kualifikasi piala dunia padel, hingga persiapan turnamen internasional kelas junior.
"Kita bisa konfirmasi bahwa Indonesia akan berangkat ke Asian Games untuk padel, itu satu. Dua, setelah itu, begitu kita pulang dari Jepang, kita harus langsung menghadapi kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 2026 yang tempatnya sedang difinalisasikan juga oleh Federasi Internasional Padel FIP, dan kalau itu kita tembus, kita masuk ke Piala Dunia," katanya.
Galih menjelaskan, Indonesia pada bulan November juga akan menjadi tuan rumah Piala Asia Junior KU 14, 16, dan 18 yang akan berlangsung di Jakarta. Dengan jumlah sementara negara yang akan turut serta ada 14 dari Asia, seperti Jepang, Kuwait, Qatar, Thailand, Malaysia, Iran, Kazakhstan, hingga Oman.
"Jadi, kami dari PBPI ingin mempersiapkan betul, Alhamdulillah tahun lalu pada saat Asia Cup, kami membawa pulang perunggu untuk yang perempuannya. Dan kami di sini sangat serius sekali untuk meningkatkan padel menjadi olahraga yang berprestasi dan bisa membanggakan Negara Republik Indonesia," ucapnya.
Adapun dua pelatih Timnas yang dikenalkan yakni Denise Hoefer dari Jerman dan Ari Moya dari Spanyol, Galih menyampaikan, dengan pelatih Timnas yang dikenalkan ini, PBPI ingin membawa padel Indonesia ke level berikutnya. Karena diakui, cabor padel di Indonesia masih sangat muda sekali, dan baru dimulai sekitar tahun 2021 lalu.
"Sampai sekarang di Indonesia total sudah ada lebih dari 1.000 court, termasuk yang kita lihat indah sekali di Jogja. Saya terakhir kali ke Jogja waktu itu court-nya baru ada satu, sekarang sudah ada 14 klub di Jogja sendiri. Tapi tanpa bimbingan yang betul, pelatihan yang betul, enggak ada gunanya, dan ini akan tetap menjadi olahraga-olahraga rekreasi aja," ujarnya.
Galih menyatakan, dengan waktu yang terbilang sangat singkat, PBPI akan memaksimalkan di bulan Juni-Juli untuk melakukan pelatihan pelatih atau national coaching certification yang terbagi menjadi tiga level. Sehingga diharapkan setiap pelatih harus memiliki lisensi dan setiap klub yang ingin membuka pelatihan juga harus mempunyai lisensi.
Lebih lanjut Galih mengungkapkan, seleksi tingkat nasional juga akan dimulai di DIY, Senin-Selasa, 25-26 Mei 2026. Sedangkan di Jakarta pada tanggal 29 dan 30 Juni 2026.
Meski baru berumur 4 tahun, tetapi Galih optimis dan percaya, padel Indonesia akan bisa mengukir prestasi yang membanggakan dikancah internasional. Termasuk menurutnya, potensi besar atlet padel yang dimiliki Yogyakarta, hal ini terlihat saat berlangsungnya FIP Bronze Yogyakarta.
"Saya percaya besar bahwa Jogja salah satu tempat kita akan memproduksi banyak-banyak banyak pemain-pemain berkualitas kedepannya. Jadi setelah saya melihat ada novelan, saya lihat ada Leon, saya lihat ada Jones," katanya, mengungkapkan.
Sementara, Ketua Umum PBPI DIY, R.M. Gusthilantika Marrel Suryokusumo mengatakan, upaya pembinaan atlet baik senior dan junior di DIY terus dilakukan. Termasuk salahsatunya dengan membangun ekosistem klub, agar perkembangan padel semakin terstruktur dan terukur.
"Kita sedang menghimpun para owner dan para klub owner, karena pembinaan kan memang salah satu penugasannya harus beriringan dengan klub owner, enggak bisa kita berdiri sendiri-sendiri, kecuali memang nanti ketika sudah terbentuk. Nah, nanti memang kita berusaha untuk gimana caranya klub-klub itu bisa bersanding bersama," ujarnya, menyampaikan.
Mas Marrel mengungkapkan, dalam FIP Bronze Yogyakarta terlihat atlet-atlet dari yogyakarta khususnya untuk ganda putri yang bisa melaju hingga babak final yang dinilai bisa dikembangkan dan diperhitungkan. Sedangkan untuk ganda putra memang perlu adanya dorongan yang sangat masih untuk level internasional yang terbilang cukup berat.
Total di DIY saat ini ada sekitar 35-40 klub, hanya saja Marrel mendorong, satu venue yang ada di DIY setidaknya bisa memiliki satu klub yang nantinya bisa menyumbangkan banyak pemain dan didukung pelatih yang mumpuni dan tersertifikasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....