Jannik Sinner Meraih Career Golden Masters
- 18 Mei 2026 10:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Roma - Jannik Sinner menjadi petenis pria kedua yang meraih Career Golden Masters setelah meraih gelar juara di Internazionali BNL d'Italia di Roma, Minggu, 17 Mei 2026. Petenis Italia ini bergabung dengan Novak Djokovic sebagai satu-satunya pemain yang memenangkan kesembilan turnamen ATP Masters 1000 dalam sejarah sejak 1990 setelah mengalahkan Casper Ruud di final di Foro Italico.
Sinner pertama kali menembus level Masters 1000 di Toronto pada tahun 2023, saat ia berusia 21 tahun, mengalahkan Alex de Minaur dalam dua set langsung untuk menjadi petenis Italia kedua yang memenangkan gelar Masters 1000 (Fabio Fognini, Monte-Carlo 2019). Kemenangan itu diraih setelah penampilan di final di Miami pada tahun 2021 dan 2023.
Kemenangan Sinner di Kanada mengawali serangkaian prestasi mengesankan hingga tahun 2024, tahun di mana Sinner juga naik ke peringkat satu dunia ATP untuk pertama kalinya. Sinner meraih gelar Masters 1000 di lapangan keras di Miami, Cincinnati, dan Shanghai, memenangkan ketiga final tanpa kehilangan satu set pun.
Di Shanghai, Sinner mengalahkan Djokovic di pertandingan final setelah sebelumnya mengamankan peringkat satu dunia ATP di akhir tahun 2024.
Sejak Oktober 2025 saat Sinner meraih juara keempat kalinya di Paris, peningkatan performanya luar biasa. Sehingga berawal dari itu pemain berusia 24 tahun ini telah menyelesaikan Career Golden Masters tujuh tahun lebih muda dari Djokovic (berusia 31 tahun).
Selama enam bulan terakhir, Sinner mendominasi dengan meraih gelar di Paris, Indian Wells, dan Miami tanpa kehilangan satu set pun. Ia menyelesaikan seluruh rangkaian gelar Masters 1000 di lapangan keras di Indian Wells.
Menjelang musim lapangan tanah liat, Sinner belum pernah mengangkat trofi di Monte-Carlo, Madrid, atau Roma. Pemain Italia ini mengubahnya secara mantab tahun ini, mengalahkan rival beratnya Carlos Alcaraz di final Monte-Carlo sebelum mengalahkan Alexander Zverev dalam dua set langsung di Madrid untuk menjadi pemain pertama yang memenangkan lima gelar Masters 1000 berturut-turut.
Sinner kemudian mencetak sejarah lagi di tanah kelahirannya di Roma, menjadi juara tunggal putra Italia pertama di turnamen tersebut sejak Adriano Panatta pada tahun 1976.
Petenis peringkat 1 dunia ini sekarang memiliki 10 gelar Masters 1000, termasuk dua gelar di Miami, dan luar biasanya belum pernah kalah satu set pun di final Masters 1000 yang dimenangkannya. Sinner juga mencatatkan rekor 34 kemenangan beruntun di level tersebut, dengan kekalahan terakhirnya terjadi di Shanghai pada bulan Oktober ketika ia mengundurkan diri melawan Tallon Griekspoor.
Djokovic tetap menjadi satu-satunya pemain yang menyelesaikan sembilan gelar Masters 1000 sebanyak dua kali, pertama kali melakukannya di Cincinnati pada tahun 2018 sebelum mengulangi prestasi tersebut pada tahun 2020 di ajang yang sama. Petenis Serbia ini telah meraih rekor 40 gelar Masters 1000.
Sinner kini telah meraih lima gelar Masters 1000 musim ini dan semakin mendekati rekor Djokovic dalam satu musim, yaitu enam gelar, yang diraih pada tahun 2015. Dengan memenangkan Monte-Carlo, Madrid, dan Roma di tahun yang sama, Sinner juga bergabung dengan Rafael Nadal sebagai satu-satunya pemain yang menyapu bersih ketiga turnamen Masters 1000 lapangan tanah liat dalam satu musim. Nadal mencapai prestasi tersebut pada tahun 2010.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....