Turnamen Tenis Meja Yogyakarta Bangkitkan Semangat Atlet

  • 04 Mei 2026 10:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Turnamen Tenis Meja “AIF NONGKY” yang digelar di GOR PTM. Ceria Bale RW (Perumahan Tiara), Plemburan, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, sukses menarik perhatian ratusan peserta dari berbagai daerah. Ajang ini menjadi momentum penting dalam membangkitkan kembali gairah olahraga tenis meja, baik di kalangan atlet maupun penghobi, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh pada Sabtu-Minggu, 2-3 Mei 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Haji Ivan ini diikuti sekitar 396 peserta, yang terdiri dari 180 atlet nomor tunggal serta 108 pasangan ganda (216 atlet), belum termasuk daftar cadangan yang tidak tertampung akibat tingginya animo pendaftar. Tingginya partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa tenis meja tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Haji Ivan, sosok di balik inisiasi Turnamen Tenis Meja “AIF NONGKY”, berkomitmen membangkitkan kembali gairah atlet di Yogyakarta hingga melahirkan prestasi di level internasional. (Foto: RRI/HE)

Haji Ivan menjelaskan, tujuan utama turnamen ini adalah menghidupkan kembali semangat para atlet tenis meja di Yogyakarta. Ia berharap ajang ini dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mewakili daerah hingga ke tingkat nasional bahkan internasional. “Tujuan kami mengadakan turnamen ini adalah membangkitkan gairah para atlet, agar ke depan lahir atlet berprestasi yang dapat membawa nama daerah maupun Indonesia,” ujarnya.

Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi wadah pembinaan berjenjang. Beragam kategori dipertandingkan, mulai dari ganda BBC, DD, CC hingga nomor tunggal BC dan E, yang diikuti oleh peserta dari berbagai kelompok usia dan tingkat kemampuan.

Para Juara kategori tunggal Turnamen Tenis Meja “AIF NONGKY” 2026. (Foto: RRI/HE)

Peserta tidak hanya berasal dari Yogyakarta, tetapi juga datang dari sejumlah daerah seperti Surabaya, Magelang, Semarang, dan Purworejo. Kehadiran peserta lintas daerah ini semakin menyemarakkan suasana sekaligus meningkatkan kualitas persaingan.

Haji Ivan menegaskan bahwa turnamen ini akan digelar secara berkelanjutan di berbagai wilayah. Ia berencana memperluas jangkauan ke sejumlah daerah di Jawa Tengah, seperti Cilacap, Solo, dan Kebumen. “Ke depan, turnamen ini akan dibuat berseri dan digelar di berbagai daerah agar semangat tenis meja terus tumbuh,” katanya.

Ketangkasan tanpa batas usia di kategori tunggal Turnamen Tenis Meja “AIF NONGKY” di Sleman. (Foto: RRI/HE)

Perhatian terhadap pembinaan usia dini juga menjadi fokus utama. Menurutnya, turnamen seperti ini mampu menjadi pemicu semangat bagi pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA untuk menekuni tenis meja secara lebih serius.

Lebih lanjut, Haji Ivan mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengorbitkan sejumlah atlet melalui wadah AIF Nongky. Beberapa di antaranya bahkan telah mewakili Indonesia di ajang internasional. “Kami telah melahirkan atlet yang mampu tampil di level internasional. Ini menjadi motivasi untuk terus membina atlet muda,” ungkapnya.

Tersenyum ramah di meja panitia, Ridwansyah (kiri) selaku referee sibuk pastikan Turnamen Tenis Meja “AIF NONGKY” berjalan adil dan lancar bagi ratusan peserta. (Foto: RRI/HE)

Salah satu peserta, Jason Christian, mengaku mengikuti turnamen ini untuk menambah pengalaman sekaligus mendampingi adiknya yang juga bertanding. Ia merupakan peraih medali di ajang Pekan Olahraga Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (PORDA DIY) 2025 serta beberapa kejuaraan nasional.

Jason menuturkan bahwa keikutsertaannya lebih difokuskan untuk memberikan dukungan kepada sang adik. “Target saya sebenarnya mendampingi adik untuk menambah pengalaman. Kalau bisa menang, itu menjadi bonus,” ujarnya.

Ia pun berharap semakin banyak bibit muda bermunculan dari ajang seperti ini. “Harapan saya, akan lahir lebih banyak atlet muda sehingga prestasi tenis meja Indonesia terus meningkat,” katanya.

Ajang ini semakin berkualitas dengan kehadiran atlet berprestasi, termasuk Jason Christian (kanan), peraih medali PORDA DIY 2025 yang turut menyemarakkan persaingan lintas daerah di Sleman. (Foto: RRI/HE)

Dalam turnamen ini, pasangan Ian/Totok dari MMC berhasil meraih juara pertama kategori ganda, disusul H. Aif/Ast di posisi kedua, serta Ragil/Indra dan Anca/Heru sebagai juara bersama di posisi ketiga. Sementara di kategori tunggal, Mbah Tris dari Magelang keluar sebagai juara pertama, diikuti Lintang dari IT Solo di posisi kedua, serta Fauzi dan Aldi sebagai juara bersama.

Ke depan, panitia berencana kembali menggelar turnamen serupa pada Juli mendatang dengan total hadiah yang lebih besar, mencapai sekitar Rp 30 juta. Ajang ini diharapkan semakin memperkuat solidaritas sekaligus mendorong peningkatan prestasi tenis meja di Yogyakarta dan Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....