Dampak Jogja 10K, Dongkrak Okupansi Hotel Yogyakarta Mendekati 100 Persen

  • 02 Mei 2026 22:02 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Gelaran lari nasional Jogja 10K yang akan dilaksanakan pada Minggu, 3 Mei 2026, terbukti menjadi magnet luar biasa bagi sektor pariwisata. Ribuan pelari dari berbagai penjuru tanah air kini telah memadati Kota Gudeg ini dan memberikan dampak signifikan pada lonjakan okupansi hotel di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Project Director Jogja 10K, Sentanu Wahyudi mengatakan, antusiasme tahun ini sangat tinggi dengan dukungan dari 105 komunitas lari dari Sabang sampai Merauke. Menurutnya, acara ini tidak hanya sekadar kompetisi lari, tetapi juga ajang wisata dan kegembiraan bersama bagi para pelari nasional.

"Besok, runner akan disambut oleh masyarakat Kota Yogyakarta dan juga pelaku pariwisatanya, di sepanjang rute. Jadi kita siapkan juga banyak sekali seni budaya, juga performance untuk kita bergembira bersama, reuni bersama untuk runner seluruh Indonesia," ujar Sentanu, Sabtu malam, 2 Mei 2026.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengapresiasi dampak ekonomi nyata yang dibawa oleh event ini. Berdasarkan laporan yang diterima, tingkat hunian hotel di Kota Yogyakarta rata-rata telah mencapai 90 persen, bahkan banyak yang mendekati angka 100 persen.

"Dampaknya sangat luar biasa per malam ini hunian di Kota Yogyakarta hampir 90 persen bahkan mendekati 100 persen. Kami mengapresiasi event ini, bahkan hotel di sekitar Malioboro menjadi pilihan para runner," ucapnya.

Deddy menyebutkan, dampak nyata geliat industri pariwisata di sektor hotel tidak hanya di kawasan Malioboro yang menyentuh okupansi 100 persen. Tetapi diungkapkannya, hampir merata di seluruh sisi Yogyakarta.

"Jadi event ini membawa dampak yang sangat luar biasa, bukan hanya anggota PHRI tetapi juga UMKM. Karena bisa dilihat dan dirasakan jalan-jalan di Kota Yogyakarta sejak kemarin hingga malam ini sangat padat, itu menandakan Yogyakarta ramai karena adanya Jogja 10K," ujarnya.

Deddy mengharapkan, event lari tingkat nasional Jogja 10K ini tidak hanya berhenti di tahun 2026, tetapi menjadi agenda rutin yang digelar. Bahkan menjadi kalender event di Daerah Istimewa Yogyakarta, karena menjadi wadah tidak hanya bagi para runner tetapi juga geliat perekonomian DIY yanv bertumpu sepenuhnya pada sektor pariwisata.

Wakil Wali kota Yogyakarta, Wawan Harmawan menyampaikan, senada dengan tagline yang dibawa pada Jogja 10K 'Every Step Tell A Story' para runner yang akan mengikuti event ini tidak hanya sekadar berlari.

Peserta yang bergabung juga akan mendapatkan experience atau pengalaman baik dari segi keindahan bangunan heritage Kota Yogyakarta, namun juga dijamu oleh masyarakat Yogyakarta dan unsur pariwisata yang ada di sepanjang rute yang dilewati.

"Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi event lari Jogja 10K ini, yang mana sport tourism dengan adanya Jogja 10K ini memberi dampak positif untuk perekonomian Kota Yogyakarta. Tadi sudah disampaikan peserta 9 ribu lebih, yang mana 80 persen atau sekitar 7 ribu lebih itu runner dari luar Yogyakarta," katanya, menjelaskan.

Wawan mengungkapkan, Jogja 10K ini tentu akan sangat membawa dampak bagi perekonomian dan pariwisata DIY dan diharapkan event ini akan berkelanjutan dengan skala jumlah peserta yang lebih besar sebagai penguat bahwa Yogyakarta sebagai destinasi utama sport tourism di Indonesia.

Ajang Jogja 10K 2026 dijadwalkan memulai start pada Minggu pagi dengan rute yang melintasi ikon-ikon bersejarah di Yogyakarta, menjanjikan pengalaman lari yang dibalut kentalnya nuansa budaya, dengan 3 kategori, 10K, 5K, dan 3K.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....