Karateka UGM Sukses Unjuk Gigi di Malaysia

  • 30 Apr 2026 22:22 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengukir prestasi di tingkat internasional dengan meraih sembilan medali dalam ajang 15th Silent Knight International Open Karate Cup 2026. Kompetisi ini berlangsung pada 17–19 April di Titiwangsa Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia, dan diikuti oleh 60 kontingen dari lima negara di Asia.

Kejuaraan tersebut diselenggarakan oleh Persatuan Karate Hayashi-ha Kuala Lumpur bekerja sama dengan Persatuan Karate Malaysia (MAKAF). Partisipasi kontingen UGM menunjukkan daya saing mahasiswa di level global, khususnya dalam cabang olahraga bela diri.

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, menyampaikan bahwa tim Karate UGM berhasil mengoleksi tiga medali emas, empat perak, dan dua perunggu dari berbagai nomor pertandingan, baik kategori kata maupun kumite, perorangan dan beregu.

“Capaian ini menempatkan UGM sebagai salah satu kontingen perguruan tinggi yang diperhitungkan dalam persaingan di tingkat internasional. Keberhasilan menambah deretan prestasi yang telah diukir UKM Karate UGM di berbagai kompetisi bela diri,” ujar Hempri, Kamis, 30 April 2026.

Tiga medali emas diraih dari nomor kata dan kumite perorangan. Alvito Abhista Pangestu dari Fakultas Peternakan meraih emas di kategori Male Senior Individual Kata. Annisa Nur Kholifah dari Sekolah Vokasi juga meraih emas di kategori Female Senior Individual Kata. Sementara Athifah Rahmadhani dari Fakultas Pertanian menyumbangkan emas di kategori Female Senior Individual Kumite -55 Kg.

Empat medali perak diperoleh dari berbagai nomor, termasuk kategori kumite perorangan putri dan putra, serta kumite beregu putri. Atlet peraih perak antara lain Sarah Jasmine Kahiking, Fidelia Dwipuspita Purwacahya, dan Muhammad Sahal Rizky Zanuar, serta tim kumite putri yang terdiri dari Athifah Rahmadhani, Sarah Jasmine Kahiking, Fidelia Dwipuspita Purwacahya, dan Kanaya Putri Lavau.

Dua medali perunggu juga diraih dari nomor kumite. Francisco M. S. M. Satya dari Fakultas Kedokteran Hewan memperoleh perunggu di kategori Male Senior Individual Kumite -60 Kg. Selain itu, tim kumite putra yang terdiri dari atlet lintas fakultas turut menyumbangkan medali perunggu.

Keberagaman latar belakang fakultas para atlet menunjukkan luasnya pembinaan UKM Karate UGM, sekaligus memperlihatkan kuatnya kolaborasi dan kekompakan tim.

Salah satu atlet, Fidelia Dwipuspita Purwacahya, mengungkapkan bahwa persiapan kompetisi dilakukan selama tiga hingga empat bulan. Ia merasa bangga dapat menyumbangkan prestasi bagi UGM, terutama karena ajang ini kemungkinan menjadi kompetisi terakhirnya sebagai mahasiswa.

“Jujur saya sangat senang, apalagi ini kemungkinan menjadi kejuaraan terakhir saya membawa nama UGM, karena saya juga sudah memasuki masa akhir studi. Alhamdulillah masih bisa menyumbangkan medali untuk tim karate UGM,” ucapnya.

Ia juga menyoroti kekompakan tim sebagai faktor penting dalam keberhasilan tersebut. “Bahkan, kami dikenal cukup “heboh” dibandingkan tim lain. Saat ada teman yang bertanding, kami memberikan dukungan dengan yel-yel dan sorakan. Sampai tim-tim lain memperhatikan kami karena kekompakan itu. Menurut saya, itu pengalaman yang sangat seru dan berkesan,” ujarnya.

Prestasi ini menjadi hasil dari latihan yang konsisten, pembinaan yang terarah, serta semangat para atlet dalam mengharumkan nama kampus di kancah internasional. Ke depan, capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anggota UKM Karate UGM untuk terus meningkatkan prestasi di berbagai ajang.

“Harapannya, prestasi ini dapat menjadi motivasi sekaligus batu loncatan bagi seluruh anggota UKM Karate UGM untuk terus meningkatkan kualitas dan berprestasi di berbagai kompetisi berikutnya, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....