Yogyakarta Sapu Bersih Emas Tenis Meja POPDA DIY
- 05 Apr 2026 20:22 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Suara pantulan bola seluloid yang beradu cepat dengan bet kayu menggema di Aula Kantor Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT), Jalan Kyai Mojo, Yogyakarta. Selama tiga hari penuh, sejak 2 hingga 4 April 2026, atmosfer kompetisi terasa begitu intens. Para atlet pelajar terbaik dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertanding dengan penuh semangat dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) DIY 2026 cabang tenis meja.
Di bawah sorot lampu gedung, setiap pertandingan berlangsung sengit sejak babak awal. Tak ada ruang bagi kesalahan kecil, karena setiap poin menjadi penentu langkah menuju podium. Sorak-sorai penonton turut menambah tekanan sekaligus semangat bagi para atlet muda yang bertarung membawa nama daerah masing-masing.
Hasil akhir menunjukkan dominasi kuat dari kontingen Kota Yogyakarta. Dengan perolehan empat medali emas dan satu medali perak, mereka berhasil keluar sebagai juara umum cabang olahraga tenis meja. Prestasi ini sekaligus mempertegas posisi “Kota Gudeg” sebagai kekuatan utama di level pelajar.
Keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Panitia pelaksana Hendra Abimanyu, menilai bahwa tingkat persaingan tahun ini jauh lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Regulasi baru yang membatasi satu wakil per nomor dari setiap daerah membuat kualitas pertandingan meningkat signifikan. “Karena hanya ada satu wakil per nomor, tiap atlet yang turun adalah yang terbaik dari daerahnya. Tidak ada ruang untuk santai; setiap pertandingan sejak awal terasa seperti babak final,” ujar Hendra.

Dominasi Kota Yogyakarta terlihat hampir di semua nomor pertandingan. Medali emas berhasil diraih dari nomor Ganda Campuran, Ganda Putra, Tunggal Putra, hingga Tunggal Putri. Satu-satunya nomor yang lepas adalah Ganda Putri, yang secara dramatis dimenangkan oleh kontingen Kabupaten Sleman.
Secara umum, kualitas permainan para atlet berada di atas rata-rata. Banyak peserta yang sudah memiliki pengalaman bertanding di ajang besar sebelumnya, termasuk Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY 2025 di Gunungkidul. Hal ini membuat pertandingan berjalan dengan tempo tinggi dan strategi yang matang.
| Baca juga: SMA Islam 3 Pakem Gelar Kejuaraan Tenis Meja |
Pengalaman bertanding tersebut turut memengaruhi mental para atlet. Mereka tampil lebih tenang dan mampu mengendalikan permainan dalam situasi krusial. Atlet Kota Yogyakarta dinilai unggul dalam variasi serangan dan konsistensi permainan, sehingga mampu mendominasi jalannya kompetisi. “Jam terbang sangat berpengaruh. Atlet yang sering tampil di kejuaraan besar terlihat lebih siap secara mental dan tak mudah tertekan,” katanya.
Penutupan ajang ini ditandai dengan prosesi pengalungan medali yang berlangsung haru. Berdasarkan klasemen akhir, Kota Yogyakarta memimpin dengan 4 emas dan 1 perak, disusul Kabupaten Sleman dengan 1 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Kabupaten Bantul meraih 1 perak dan 3 perunggu, sementara Kulonprogo mengoleksi 4 perunggu dan Gunungkidul membawa pulang 2 perunggu.
Hasil ini kembali menegaskan keberhasilan pembinaan atlet usia dini di Kota Yogyakarta. Meski demikian, peningkatan performa dari Sleman dan Bantul menjadi sinyal bahwa persaingan di masa mendatang akan semakin ketat dan sulit diprediksi. POPDA DIY pun terus menjadi panggung penting lahirnya bibit-bibit atlet potensial di cabang tenis meja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....