Taufan Pamungkas Sambut Delegasi Bermukun dengan Keramahan Khas Yogyakarta
- 29 Sep 2026 22:13 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Penyiar radio dari tiga negara serumpun yaitu Radio Televisiyen Malaysia (RTM), Radio Televisiyen Brunei (RTB) dan Radio Republik Indonesia (RRI) berkumpul di Yogyakarta mulai 29 September hingga 3 Oktober mendatang untuk memperkuat pelestarian budaya bermukun lewat Program Bermukun Se-Borneo 2026.
Rombongan yang sudah tiba, Senin, 28 September, disambut ramah di Yogyakarta. Secara personal, Kepala LPP RRI Yogyakarta Taufan Pamungkas Marhaendrajaya menyambut kedatangan rombongan dari Negeri Jiran itu dengan keramahan khas Jogja.
“Selamat datang di Yogyakarta, kota budaya Nusantara, kota pelajar, sekaligus salah satu tujuan kuliner yang memiliki kekayaan cita rasa dan tradisi yang begitu kuat. Yogyakarta bukan sekadar sebuah tempat untuk dikunjungi. Yogyakarta adalah ruang untuk merasakan, mengenal, dan mengalami Indonesia,” ujarnya, Selasa, 29 September siang.
Acara Bermukun yang seharusnya digelar di Pontianak, harus dipindah ke Yogyakarta, akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Pulau Kalimantan. Namun demikian, Taufan berharap, rombongan dari Malaysia dan Brunei Darussalam, dapat menikmati romansa Kota Yogyakarta.
“Di kota ini, tradisi dan modernitas hidup berdampingan. Keraton, seni, bahasa, kuliner, pendidikan, kreativitas anak muda, hingga keramahan masyarakatnya menjadi bagian dari wajah Yogyakarta yang selalu menarik untuk dikenang,” ucap dia.

Bagian dari Keluarga
Dengan senyuman khasnya, mantan Kepala LPP RRI Jember, Banda Aceh, dan Denpasar ini mengungkapkan satu fakta unik. Pelancong yang menyisiri Yogyakarta, tidak hanya akan menemukan keindahan kota semata.
“Dan ada satu hal yang mudah dirasakan oleh siapa pun yang datang ke Yogyakarta, keramahan masyarakatnya. Orang Yogyakarta dikenal lembut dalam bertutur, hangat dalam menerima tamu, serta menjunjung tinggi unggah-ungguh dan budi pekerti. Karena itu, ada ungkapan yang sangat sederhana tetapi bermakna, ‘Di Yogyakarta, tamu bukan sekadar datang sebagai orang asing, tetapi datang sebagai bagian dari keluarga.’,” kata Taufan pada seremoni penyambutan di Gedung LPP RRI Yogyakata.
Salam penuh kehangatan pun disampaikan oleh suami dari Tri Hastuti Nur Rochimah ini. Dalam kunjungan yang singkat, Taufan berharap, rombongan dari Malaysia dan Brunei menemukan kesan mendalam dari Yogyakarta.
“Semoga selama berada di Yogyakarta, para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam mengikuti Program Bermukun, tetapi juga membawa pulang cerita tentang Yogyakarta, tentang Indonesia, dan tentang persahabatan yang terjalin di antara kita,” ujar Taufan.
Sementara itu, Ketua Delegasi RTM Moh Yusni bin Mohamed Ali menyebutkan, tradisi bermukun, adalah seni pertunjukan tradisional khas masyarakat Melayu di Pulau Kalimantan atau Borneo yang termasuk Sarawak, Sabah, Brunei Darussalam.
Tradisi ini menggabungkan unsur pantun berbalas, tarian yang khas dan alunan alat musik kendang. Moh Yusni bin Mohamed Ali menuturkan, dengan program Bermukun Se-Borneo yang dihelat RRI, dapat semakin menguatkan tali silaturahmi serta upaya pelestarian budaya bermukun.
“Kita mengeratkan lagi hubungan silaturahmi antara Malaysia, Indonesia, dan juga Brunei Darussalam. Dan dengan cara ini kita boleh bersama-sama memajukan tradisi Bermukun kepada masyarakat luas,” kata Yusni.
Delegasi dari tiga negara yaitu RTM Malaysia, RTB Brunei dan RRI yang mayoritas di antaranya adalah penyiar radio akan berbalas pantun dan sekaligus menari dengan mengangkat tema-tema pantun tentang persahabatan, hari raya Idulfitri serta pantun tentang tahun baru. Acara tersebut akan dipusatkan di Auditorium RRI Yogyakarta pada 1 Oktober besok.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....