Erupsi Anak Krakatau: BMKG Catat Sebaran Abu Tutup Delapan Bandara

  • 08 Sep 2026 12:57 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memonitor sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada penutupan sementara operasional delapan bandara di Pulau Jawa dan Sumatra hingga Senin, 7 September 2026.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena pemantauan dilakukan secara berkelanjutan selama 24 jam. Penutupan bandara dilakukan sebagai langkah mitigasi proaktif demi keselamatan penerbangan.

“Langkah penutupan sementara delapan bandara ini merupakan bentuk mitigasi proaktif dan respons cepat otoritas penerbangan demi menjamin keselamatan perjalanan bersama,” katanya, Senin, 7 September 2026.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menyampaikan sebaran abu vulkanik teramati mencapai ketinggian hingga 15.000 kaki dan bergerak ke arah barat. Penutupan operasional sementara berdampak pada Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas, serta Atungbusu.

Meskipun berdampak pada penerbangan, BMKG memastikan jalur penyeberangan Selat Sunda berada dalam kondisi aman. Pemantauan radar dan sensor tsunami menunjukkan probabilitas potensi bencana laut berada pada kategori rendah.

Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menambahkan bahwa pengukuran sensor tidak mendeteksi anomali muka air laut yang mengindikasikan terjadinya tsunami.

Faisal mengimbau warga di area terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah serta menggunakan masker dan kacamata pelindung. Masyarakat diminta untuk terus memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan BNPB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....