Junjung Prinsip Kesemestaan, PMI Kirim Kapal Kemanusiaan Bantu Korban Gempa NTT
- 30 Agt 2026 06:18 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut telah diberangkatkan menggunakan kapal kemanusiaan dari Pelabuhan Tanjung Priok pada 22 Agustus lalu.
Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat PMI, Sudirman Said, saat ditemui di sela acara Musyawarah Provinsi PMI DIY Tahun 2026, Sabtu, 29 Agustus 2026, di Alana Hotel & Convention.
Sudirman menjelaskan bahwa bantuan dari kapal kemanusiaan tersebut saat ini sudah mulai didistribusikan. Paket bantuan mencakup logistik makanan siap saji serta perlengkapan harian (living kit).
"Biasanya tuh living kit untuk ibu-ibu, anak-anak dan bayi. Selain itu juga makanan pokok, pampers, pembalut untuk wanita, kemudian pakaian dalam itu disiapkan, handuk. Terus yang kedua logistik makanan yang siap makan dalam keadaan apapun," ucapnya saat ditemui.
Selanjutnya, PMI berencana akan mengirimkan sejumlah peralatan untuk membantu proses rekonstruksi. Ia menjelaskan pengiriman alat seperti truk pengangkut kecil, sekop, cangkul dan sejenisnya sudah menjadi standar protokol PMI dalam membantu penanganan bencana.
Sudirman menambahkan penyaluran bantuan ini berlandaskan pada salah satu prinsip dasar PMI yakni kesemestaan. Prinsip tersebut menegaskan bahwa gerakan Palang Merah tidak mengenal batas wilayah dalam memberikan bantuan kemanusiaan.
“Artinya, Palang Merah ini bergerak tidak mengenal batas wilayah. Di mana pun ada bencana, itu bencana kita, tergantung skalanya,” katanya.
Menurutnya, apabila terjadi bencana dengan skala besar, PMI dari berbagai daerah di Indonesia akan bergerak memberikan dukungan. Hal tersebut sebelumnya dilakukan saat bencana di Sumatera dan Palu.
Saat ini, personel PMI dari berbagai daerah, khususnya yang berdekatan dengan titik bencana, sudah turun langsung ke lokasi. Di lapangan, PMI terus bersinergi dengan instansi terkait, seperti TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD, untuk mempercepat penanganan pascabencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....