Bagaimana Mencintai NKRI, dari Simbolik menuju Aksi
- 20 Agt 2026 23:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Indonesia merdeka seperti saat ini bukan diraih dengan mudah, oleh para pahlawan, namun dengan pengorbanan yang luar biasa, menebusnya dengan perjuangan darah, air mata, nyawa dan harta.
Sebagai generasi penerus, mencintai negara kesatuan Republik Indonesia adalah wajib, serta terus menghidupkan semangat mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu seperti diungkapkan Dr Tri Hastuti Nur Rohimah SSos, MSi selaku Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, ketika menjadi narasumber Program Kita Indonesia di Pr1 RRI yogyakarta Kamis, 20 Agustus 2026.
“Mengapa dari simbolik ke aksi, sebenarnya ini dua hal yang tidak bisa dipisahkan, seperti dua sisi mata uang, kecintaan kita terhadap negara Indonesia, sering muncul dari identitas mencintai Indonesia, di Jogja setiap pukul 10.00 mendengarkan lagu Indonesia Raya dan melakukan upacara bendera,” kata Tri Hastuti.
Di usianya yang ke-81 tahun Republik Indonesia, sebagai generasi penerus selalu berkontribusi. Setiap moment kemerdekaan RI selalu mendengarkan pembacaan naskah proklamasi, pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Naskah Pancasila, sebenarnya Ini bagian dari nilai-nilai yang harus difahami isinya.
“Karena saat kita mengetahui isinya, kita akan bisa mengamalkannya, kemudian bisa meneladani dalam kehidupan sehari-hari, sebagai warga negara Republik Indonesia,”ucapnya.
Sebagai anak bangsa penting juga menguatkan identitas, tidak cukup hanya berhenti dengan simbol-simbol saja, tetapi tetap harus di kuatkan dengan aksi nyata serta menguatkan rasa solidaritas.
Lebih lanjut, Tri Hastuti menjelaskan membangu rasa solidaritas dengan membantu saudara kita yang mengalami bencana gempa bumi di NTT, merupakan bentuk aksi nyata, serta mengedepankan gotong royong sebagai Identitas dan karakter bangsa.
Selain itu bentuk aksi nyata cinta tanah air, berikutnya bangga menggunakan produk-produk lokal buatan Indonesia, sebagai anak negeri yang mencintai tangah air dan bangsanya sendiri.
“Kebiasaannya memakai baju adat dari seluruh Indonesia, melestarikan budaya bangsa dengan mencintai tariannya, kulinernya, menjunjung tinggi bahasa Indonesia agar terus mendunia, juga merupakan bagian dari aksi nyata cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....