Mendikdasmen Soroti Pengaruh Gawai terhadap Kesehatan Mental Generasi Muda
- 31 Jul 2026 07:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, menilai masalah kesehatan mental yang dialami generasi muda tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi perhatian berbagai negara di dunia. Salah satu penyebab yang menjadi sorotan adalah penggunaan gawai dan media sosial.
Mu'ti mengatakan persoalan kesehatan mental generasi muda menjadi perhatian bersama para menteri pendidikan di kawasan ASEAN. Menurutnya, isu tersebut mengemuka saat dirinya mengikuti pertemuan dengan sejumlah menteri pendidikan dari berbagai negara.
“Para menteri itu memang memiliki concern dan kekhawatiran yang sama, terkait dengan fenomena banyaknya generasi muda ini yang mengalami masalah mental, yang sebagian masalah itu pertama berkaitan dengan gawai,” ucapnya, Jumat, 25 Juli 2026.
Ia mengungkapkan kondisi serupa juga terjadi di negara maju seperti Singapura dan Korea Selatan. Meski telah memiliki regulasi penggunaan gawai, kedua negara tersebut tetap menghadapi persoalan kesehatan mental pada generasi mudanya.
Mu'ti menjelaskan penggunaan media sosial yang tidak disertai dengan penguatan moral dapat berdampak pada perkembangan karakter anak. Selain itu, penggunaan gawai secara berlebihan juga memengaruhi kesehatan mental, kemampuan intelektual, hingga menurunkan daya konsentrasi.
“Jadi penggunaan media sosial kalau tidak disertai dengan moral itu bisa membuat manusia itu asusila dan amoral,” ujarnya.
Sebagai upaya mengurangi dampak penggunaan gawai terhadap anak, Kemendikdasmen menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Regulasi tersebut mengatur penggunaan gawai bagi murid berusia di bawah 16 tahun melalui pengaturan durasi penggunaan (screen time), lokasi penggunaan (screen zone), dan waktu istirahat dari layar (screen break).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....