Demi Kikis Trauma, Pemkot Beri Psikoedukasi Orang Tua Korban Little Aresha
- 10 Mei 2026 17:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Upaya pendampingan dan pemulihan bagi orang tua korban kasus kekerasan dan penelantaran pada anak yang dilakukan Daycare Little Aresha Yogyakarta terus dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta. Melalui Psikoedukasi, Pemkot berharap trauma yang terjadi pada orang tua tidak berdampak bagi anak untuk masa depannya.
Ketua Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas mengatakan, Psikoedukasi bagi orang tua korban Daycare Little Aresha Yogyakarta penting dilakukan, terutama untuk menguatkan mental para orang tua. Karena diakui, ada perasaan bersalah dari para orang tua yang menitipkan anaknya di tempat penitipan anak tersebut.
"Ini kan menumbuhkan kembali mental orang tua, karena selama ini kan orang tua jadi merasa, ini salahku! menyekolahkan di sini, ada perasaan seperti itu, kenapa kok saya begini? Nah, ini mulai kita coba untuk melakukan psikoedukasi agar ini segera terurai, trauma-traumanya juga bisa dihilangkan," katanya, Minggu, 10 Mei 2026.
Retnaningtyas menjelaskan, melalui kegiatan Psikoedukasi dengan Tema 'Mengukir Senyum Baru : Menguatkan Hati Orang Tua, Menyongsong Asa Buah Hati', diharapkan semakin menguatkan mental orang tua dan perlahan mengikis trauma akibat kasus kekerasan dan penelantaran yang terjadi pada anaknya.
"Menghilangkan rasa trauma, bahwa tidak semua daycare ini (seperti Little Aresha). Karena takutnya kemudian mereka trauma tidak mau menitipkan di daycare sementara mereka harus bekerja, sehingga ini harus dihilangkan trauma-trauma ini," ucapnya.
Dampak trauma ini lanjut Retnaningtyas, akan sangat berdampak pada masa depan tidak hanya orang tua tetapi juga anak. Akibat dampak tersebut, diakuinya,ada orang tua yang memilih tidak memasukkan ke tempat penitipan anak lainnya.
"Mereka ada yang mengambil cuti, ada yang resign dari kerjaannya untuk mengasuh anaknya. Karena ketakutan terjadi lagi seperti itu. Sehingga ini memang trauma-trauma yang harus diselesaikan," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....