Resiliensi Budaya untuk Generasi Tangguh

  • 02 Mei 2026 16:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta- Sarasehan Nasional bertajuk “Resiliensi Berbasis Budaya: Kesehatan Mental, Pendidikan, dan Pembentukan Karakter untuk Menjawab Tantangan Zaman” resmi diselenggarakan pada 2–3 Mei 2026. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kemuning Kembar sebagai ruang dialog lintas disiplin yang mengangkat kembali peran budaya dalam kehidupan modern.

Forum ini menghadirkan akademisi, psikolog, praktisi pendidikan, budayawan, hingga pemangku kebijakan untuk merumuskan pendekatan pendidikan dan pengasuhan yang lebih kontekstual. Melalui diskusi reflektif, peserta diajak meninjau kembali nilai-nilai budaya sebagai fondasi kesejahteraan psikologis dan ketahanan keluarga.

Budaya Nusantara dinilai memiliki perangkat pendidikan yang komprehensif, terutama melalui seni tradisi dan praktik keseharian. Nilai-nilai ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga membentuk cara berpikir, merasakan, dan bertindak dalam kehidupan individu maupun sosial.

Dalam konteks budaya Jawa, konsep asah, asih, dan asuh menjadi landasan penting dalam proses pengasuhan anak. Nilai seperti andhap asor dan ngemong rasane bocah turut memperkuat empati, regulasi emosi, serta keharmonisan relasi dalam keluarga.

Sarasehan ini menghadirkan enam panel utama yang membahas berbagai aspek penting, mulai dari pembentukan karakter hingga kesehatan mental anak. Topik seperti narasi budaya, tari, tembang, dongeng, hingga dolanan tradisional diangkat sebagai media pembelajaran yang relevan dengan perkembangan anak.

Diskusi juga menyoroti bagaimana pengalaman masa kecil memiliki dampak besar terhadap pembentukan kepribadian seseorang. Para narasumber menegaskan bahwa lingkungan yang hangat dan berbasis nilai budaya dapat menjadi faktor protektif terhadap kerentanan psikologis.

Kegiatan ini sekaligus menandai 20 tahun perjalanan PPDK Kemuning Kembar serta peluncuran Omah Perden sebagai pusat kajian anak dan keluarga berbasis budaya. Dengan semangat nyawiji, greget, sengguh, lan ora mingkuh, diharapkan lahir generasi yang seimbang dalam akal, rasa, dan laku demi peradaban yang berkelanjutan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....