Kritisi Kasus Sitepu, Hanung Bramantyo Sebut Pekerja Kreatif Hanya Fokus Ide

  • 06 Apr 2026 11:23 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sutradara, produser, sekaligus CEO Gamplong Studio Alam Hanung Bramantyo memberikan sorotan tajam atas kasus yang menimpa Amsal Sitepu sebagai pekerja kreatif atas dugaan kasus markup. Apalagi ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor penting dalam Asta Cita Presiden.

Hanung menegaskan, momen kunjungan spesifik Komisi VII DPR RI, Kamis, 2 April 2026 dijadikannya untuk menjelaskan, tentang seorang pekerja kreatif. Menurutnya, sebagai seorang profesional yang bergerak dalam industri kreatif tentunya akan sangat fokus untuk menentukan ide dan gagasan agar karyanya ini menarik dan film atau konten yang dibuat bisa menyentuh masyarakat.

Sehingga energi ini dirasa Hanung akan terbuang sia-sia, jika masih memikirkan untuk melakukan penggelembungan anggaran seperti yang disangkakan jaksa kepada Amsal Sitepu.

"Terima kasih kepada Mbak Sarah atas inisiatifnya telah memimpin Komisi Tujug DPR RI untuk lebih dekat masuk ke ke dalam wilayah ini, industri kreatif, terutama di sini film yang di mana saat ini industri kreatif sangat disorot banget karena kasus kemarin itu Amsal Siputu yang dianggap apalah telah melakukan mark-up anggaran dan sebagainya-sebagainya," katanya.

Hanung mengungkapkan, sebagai seorang pekerja kreatif tentunya tergerak untuk menggunakan momen kunjungan spesifik ini, terutama dari sisi energi-energi yang dikeluarkan pekerja kreatif, agar karya-karyanya diakui.

"Jadi ini adalah suatu hal momentum yang sangat menarik untuk menjelaskan bahwa kami orang-orang kreatif itu berhubung untuk mark-up mikirin ide untuk membuat film agar supaya film itu atau konten videografi itu menjadi menyentuh oleh masyarakat, menyentuh penonton itu saja sudah. Apalagi disuruh mikirin soal di mark up anggaran apa segala macam," ucapnya.

Dengan kunjungan spesifik Komisi VII DPR RI, Hanung mengharapkan, semakin terbuka wawasan tentang industri kreatif yang didalamnya tidak hanya sekadar hasil yang dilihat, tetapi juga ada proses yang harus dilalui untuk mendapatkan hasil yang diakui masyarakat luas. Disamping itu semakin mengenalkan industri kreatif dan menjadi ruang untuk menerima aspirasi dari pekerja kreatif di Indonesia.

"Kami orang-orang kreatif ini sudah sudah mikirin kreatif saja itu sudah membutuhkan energi yang luar biasa, apalagi harus berpolitik untuk urusan anggaran. Jadi kalau ada tuduhan dan semacam itu kepada kepada kami itu sangat sangat zalim kepada kami," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo menyampaikan, bahwa sesuai Astacita Presiden Prabowo, sektor industri kreatif merupakan mesin baru pertumbuhan ekonomi atau New Engine of Growth. Sehingga melalui kunjungan spesifik ini diharapkan mengetahui gamparan pasti tentang model pengembangan dan pengelolaan, serta tantangan yang dihadapi dari ekosistem industri film nasional.

"Integrasi antara industri film dengan sektor pariwisata dan UMKM, tantangan yang dihadapi pelaku industri dalam proses produksi dan distribusi film. Nah, ini juga penting karena kebetulan ada Panja kreativitas dan distribusi film nasional, jadi kami juga sudah menerima dari asosiasi-asosiasi yang menyampaikan tantangan dari segi distribusi dan juga tentunya peran pemerintah daerah dan pusat dalam mendukung ekosistem perfilman nasional," ujarnya.

Pengembangan ekonomi kreatif tidak bisa berjalan ketika tidak ada dukungan baik pemerintah maupun legislatif termasuk dalam mengembangankan sumber ekonomi desa seperti yang dilakukan di Gamplong Studio Alam ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....