Momentum Idulfitri, Haedar Imbau Elit Bangsa Beri Keteladanan
- 20 Mar 2026 13:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta- Sebuah pesan bermakna disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, Jumat, 20 Maret 2026, kala momentum Idulfitri 1447 H. Haedar Nashir mengajak seluruh warga dan elit bangsa menjadikan momentum Idulfitri sebagai jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Tak hanya itu saja, hari kemenangan diharapkan mampi menghadirkan nilai-nilai ihsan dalam setiap aspek kehidupan, baik personal maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pesan itu disampaikan Haedar Nashir di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Terkait perbedaan penetapan Idulfitri, Haedar mengimbau masyarakat untuk tak mempertajam perbedaan yang ada. Ia menekankan, perbedaan merupakan hal yang biasa dan tidak perlu menjadi sumber konflik.
“Tidak perlu kita mempertajam perbedaan, apalagi mencari pembenaran diri dengan menyalahkan pihak lain. Baik dalam konteks kewargaan maupun pemerintahan, semua pihak harus menahan diri,” ujarnya.
Guru Besar UMY itu turut mengajak para tokoh agama dan elit bangsa untuk menghindari pernyataan atau ujaran yang dapat memperkeruh suasana. Idulfitri, menurutnya, harus dijalani dengan kekhusyukan ibadah dan kejernihan jiwa serta pikiran.
“Jalani Idulfitri dengan khusyuk, baik yang merayakan pada 20 maupun 21 Maret, bahkan yang lebih dahulu, agar kita tidak terjebak dalam hasrat perbedaan yang justru meretakkan persatuan,” ucapnya.
Ulama kelahiran Bandung, Jawa Barat ini menyampaikan keyakinannya, bangsa Indonesia memiliki kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Ia juga berharap ke depan dunia Islam dapat memiliki kalender tunggal untuk meminimalisasi perbedaan penetapan hari besar keagamaan.
“Ke depan, insyaallah perbedaan itu dapat diminimalisasi, jika ada keterbukaan hati dan pikiran, serta didasarkan pada ilmu pengetahuan yang tinggi,” katanya.
Haedar Nashir tak lupa menyerukan pentingnya keteladanan dari para elit bangsa dalam menjaga persatuan, perdamaian, dan toleransi, sekaligus mendorong kemajuan umat dan bangsa.
“Berikan teladan bagi rakyat bahwa para elite mampu menjadi uswah hasanah dalam menciptakan persatuan, perdamaian, toleransi, dan kemajuan. Kita masih memiliki berbagai ketertinggalan yang memerlukan kerja keras bersama dari seluruh komponen bangsa,” ucap dia, menandaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....