Kemenkes Perluas Skrining CKG usai Ratusan Ribu Anak Terdeteksi Cemas dan Depresi

  • 10 Mar 2026 01:26 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sekitar 338 ribu anak menunjukkan gejala cemas (anxiety disorder) dan 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi (depression disorder).

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menilai temuan tersebut menunjukkan persoalan kesehatan mental anak perlu mendapat perhatian serius. “Ini menunjukkan masalah kesehatan jiwa itu besar sekali,” ujarnya, Senin 9 Maret 2026.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Kemenkes menargetkan perluasan skrining Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar dapat menjangkau hingga 25 juta anak di seluruh Indonesia. Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi mengatakan hasil skrining nantinya akan ditindaklanjuti oleh Puskesmas di masing-masing daerah.

Saat ini, pemerintah telah mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas, yakni sekitar 203 orang. Selain itu, pemerintah menyiagakan layanan krisis kesehatan jiwa melalui Healing119.id guna mendukung intervensi cepat.

Di sektor pendidikan, Kemenkes juga mendorong peran guru Bimbingan Konseling (BK) dan guru kelas untuk mendampingi siswa yang terdeteksi memiliki gejala kecemasan maupun depresi.

Upaya deteksi dini tersebut diperkuat melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak oleh sembilan kementerian dan lembaga. “Kolaborasi tersebut bertujuan membangun sistem penanganan kesehatan jiwa anak yang terintegrasi, mulai dari pencegahan (promotif-preventif) hingga pengobatan (kuratif-rehabilitatif),” katanya.

Melalui SKB tersebut, pemerintah juga menjamin kerahasiaan data pribadi anak guna mencegah stigma serta memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan kesehatan mental secara komprehensif, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....