Kebanggaan Mendukung MBG, Sari Dewi Tak Melulu Bicara Keuntungan
- 24 Feb 2025 18:58 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Di balik hiruk pikuk sebuah penyedia jasa boga di Jalan Magelang km 10, Dusun Josari, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, DIY, ada kisah inspiratif tentang dedikasi dan komitmen terhadap gizi anak-anak sedang berlangsung.
Sari Dewi Catering, penyedia jasa boga yang telah berdiri sejak 1997 kini menjadi salah satu mitra dapur untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemandangan kesibukan petugas dapur yang mengenakan seragam, masker, dan sarung tangan, tampak cekatan mengemas makanan ke dalam wadah stainless steel atau ompreng yang akan didistribusikan kepada ribuan peserta didik.
Kecekatan dan juga penggunaan seragam menjadi simbol dari keseriusan serta standar tinggi yang diterapkan dalam program ini. Dalam tempo yang telah ditentukan, pada Senin (24/2/2025), dapur Sari Dewi Catering bergegas menyiapkan 2.646 paket MBG yang akan didistribusikan ke TK, SD, dan SMP di wilayah Tridadi, Sleman.
Sri Wahyuni Dewi, Pemilik Sari Dewi Catering ketika ditemui awak media mengatakan, kateringnya bangga telah dipercaya menjadi mitra Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menyediakan makan bergizi.
"Alhamdulillah, hari ini Sari Dewi Catering menjadi mitra BGN (Badan Gizi Nasional) menyediakan makan gratis bergizi," kata Dewi.
Tentu, standar pelayanan dalam pengolahan makanan menjadi hal yang penting. Baik dari sisi menu maupun higienitas mulai dari standar dapur hingga petugas dapur, agar pelayanan dapat dilakukan dengan maksimal.
"Jadi sebelum kami menyiapkan makan hari ini, kami sudah mengundang juga dari Dinas Kesehatan. Jadi kami sudah melakukan karyawan pelatihan sanitasi hygiene, kemudian tes air juga, kemudian lingkungan," ucapnya kepada media.
Selain kesiapan dapur dan petugas, Dewi menyebutkan, ada pendampingan dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) hingga ahli gizi dari BGN, untuk melakukan pengecekan menu makanan yang akan disajikan.
"Setiap 30 menit makanan ini dicek suhunya, sebelum keluar dari ruangan ini oleh ahli gizi," ujar wanita berhijab itu.
Sri Wahyuni Dewi (paling kanan) ketika meninjau petugas dapur yang tengah menyiapkan paket MBG, Senin (24/2/2025).(Foto: RRI/Dyan)Sebagai mitra pemerintah pada pelaksanaan program MBG ini, Dewi mengaku, sudah terbiasa menyiapkan makanan dengan rata-rata setiap jamnya bisa untuk 1.000 porsi.
Terkait sisi bisnis sebagai dapur mitra dalam pelaksanaan MBG, ia mengungkapkan, tetap mendapatkan keuntungan, meski anggaran yang disediakan pemerintah pusat melalui BGN dinilai terbatas.
"Menutup harus menutup (dengan harga perporsinya, red) karena sebelumnya itu kita berhitung. Berhitung jangan sampai kita tombok ya. Karena ini kan Rp 10.000 hanya untuk food atau makanannya. Sedangkan operasionalnya itu kita sudah dapat budget sendiri," kata Dewi, memaparkan.
Di balik itu semua, Dewi menyatakan, adalah sebuah kebanggaan baginya ketika mampu mendukung program pemerintah. Dewi yang juga Ketua Perhimpunan Pengusaha Jasa Boga Indonesia (PPJI) DIY mengungkapkan, banyak anggota PJJI yang ingin dilibatkan dalam kegiatan MBG terutama di Yogyakarta.
"Banyak teman-teman (PPJI) juga yang sudah siap support, digandeng oleh Badan Gizi Nasional," ujar Dewi, mengatakan. (dyan/atang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....