Fakta menarik Tentang Kain Lurik, dan digandrungi anak muda

  • 21 Mei 2024 13:04 WIB
  •  Yogyakarta

Normal 0 false false false EN-ID X-NONE X-NONE

KBRN, Yogyakarta : Jika dilihat sekilas, kain Lurik nampak sangat sederhana. Hanya berisi kumpulan garis dengan beberapa warna. Salah satu kain yang biasa digunakan untuk pakaian adat adalah adalah kain lurik. Kain ini merupakan kain khas Jawa dan sering terlihat dalam beberapa acara adat seperti pernikahan maupun dalam waktu-waktu tertentu pada acara yang berkaitan dengan adat tradisi, upacara adat serta kebudayaan. Namun siapa sangka, ternyata kain ini memiliki banyak makna dan penuh filosofi.

KRT. H. Jatiningrat (Romo Tirun) Budayawan Kraton Yogyakarta mengungkapkan, bahwa disebut lurik itu karena Lirik-lirik motifnya. "Jadi lurik itu di Yogya ada yang dipakai secara umum, dan yang khusus ada di kraton untuk para Abdi Dalem yaitu Lurik Telupat ini liriknya tiga empat, tiga empat telupat, dan makna telupat itu kewulu minangka prepat artinya di persaudarakan satu dengan yang lain.” ujarnya, senin (20/5/2024).

Menurut Romo Tirun panggilan akrab untuk KRT H Jatiningrat bahwa kain lurik yang memiliki motif sederhana ini memiliki segudang filosofi yang mengandung harapan, nasihat, bahkan kekuatan spiritual yang masih dipercaya dan menjadi adat dan tradisi.

Seiring perkembangan zaman, pilihan kain lurik semakin beragam mulai dari corak hingga warnanya. Banyak juga yang mengombinasikan kain lurik dengan berbagai model yang menarik seperti yang sudah dilakukan Udjik Sudaryati penggiat Tenun Lurik Bantarjo Kulonprogo yang sudah menekuni usaha tenun lurik dari turun temurun.

“Memang saya membuat kombinasi lurik ini dengan motif lainnya seperti Batik, karena saya kepingin anak anak muda ikut juga menyukai memakai lurik, ya memang dulu kalua pakai lurik terkesan kuna namun jika dikolaborasikan dengan motif lainnya misal Batik dan kesan kuna akan hilang atau tidak terlihat terbukti banyak permintaan atau pembelinya banyak juga kaum muda dan digandrungi,” imbuhnya di sela-sela produksi kain tenun yang tetap menggunakan alat tenun tradisional.

Bahan yang dia produksinya dengan bahan yang halus, adem dengan pewarna alami, serta koleksi yang diproduksi bisa dipakai laki-laki dan peremuan. Penjualan lurikpun juga menjanjikan untuk pendapatan ekonomi keluarga.(titik/TnsO)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....