Kuliah di Fakultas Filsafat UGM, Ini yang Dipelajari
- 16 Mei 2024 18:07 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Sleman: Filsafat merupakan induk dari seluruh ilmu pengetahuan. Namun, belajar di Fakultas Filsafat juga mengembangkan kemampuan berpikir yang logis dan runtut. Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang memiliki jurusan filsafat. Fakultas ini telah berdiri sejak 56 tahun lalu dan mencetak banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang. Seperti Eka Kurniawan yang merupakan penulis novel ternama.
Dekan Fakultas Filsafat UGM Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum., mengatakan fakultas ini sejak berdirinya telah menyelenggarakan pendidikan filsafat untuk mencetak lulusan yang berkualitas. “Fakultas Filsafat dengan keunikannya merupakan landasan yang kuat dan penting dalam menghadapi perubahan zaman. Di dunia yang serba cepat dimana teknologi mengubah cara kita hidup dan berinteraksi, kehadiran Fakultas Filsafat dan Ilmu Filsafat menjadi semakin relevan dan penting,” ujar Siti Murtiningsih, Selasa (14/5).
Menurutnya era modern sekarang ini telah membuat individu terlalu fokus akan satu hal tertentu, hingga melupakan sebab dan asal muasal dari banyaknya fenomena yang terjadi. Sementara, studi filsafat mampu membawa seseorang ke dalam perenungan untuk mencari dan mempertanyakan segala sesuatu agar memahami dunia modern.
Saat ini Fakultas Filsafat membuka tiga program studi (Prodi), yakni sarjana (S1), magister ilmu filsafat (S2), dan doktoral (S3). Ketiga prodi tersebut diusung oleh tiga departemen, yakni Filsafat Agama, Filsafat Barat, dan Filsafat Timur. Berbagai kajian dan pilihan peminatan pun tersedia untuk membantu mahasiswa memfokuskan minatnya.
Selain terbagi ke dalam tiga program dan departemen, mahasiswa juga dapat memilih beberapa peminatan, antara lain Etika, Filsafat Ilmu dan Teknologi, Filsafat Agama dan Budaya, serta Filsafat Sosial dan Politik. Seluruh program studi telah mendapatkan akreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak tahun 2020.
“Sebelumnya pada tahun 2016, ASEAN University Network (AUN) juga memberikan akreditasi yang membuat Fakultas Filsafat UGM dianggap telah berstandar internasional,” ujarnya.
Di ranah penelitian dan pengembangan, Fakultas Filsafat UGM memiliki forum jurnal yang dibentuk sejak tahun 1990. Forum tersebut berfungsi untuk mengembangkan riset dan pemikiran tentang filsafat. Kemudian pada tahun 2022, Fakultas Filsafat UGM berkontribusi merintis tiga jurnal baru, yakni Jurnal Lafinus untuk pengembangan Filsafat Nusantara, Jurnal ASEAN Journal of CI-EL Applied Philosophy untuk filsafat terapan dan etika bisnis, serta Jurnal Tsaya Dharma untuk publikasi di bidang pengabdian masyarakat.
Sedangkan untuk program kemahasiswaan, mahasiswa Filsafat berkesempatan dapat belajar di luar perkuliahan melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh mahasiswa dalam sembilan jenis pembelajaran MBKM meliputi pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, kegiatan wirausaha, hingga proyek kemanusiaan.
“Jika ingin mengasah kemampuan soft-skills dan leadership, Fakultas Filsafat UGM memiliki 10 Biro Kegiatan Mahasiswa (BKM) untuk memperluas wilayah pembelajaran,” paparnya.
Menjawab terkait jenis pekerjaan yang akan ingin digelutinya setelah lulus, Tiyo, mahasiswa Fakultas Filsafat UGM mengatakan ia harus mampu berpikir lurus untuk dapat menyelami berbagai bidang profesi, seperti jurnalistik, IT, akademik, perbankan, bahkan di pemerintahan.
Tiyo sendiri mengaku ingin menjadi seorang pengajar, dosen, atau peneliti. “Saya suka belajar hal baru dan mengembangkan pengetahuan yang saya miliki. Semua hal itu selaras dengan kerja-kerja di bidang pengajaran,” katanya. (par)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....