Mengenal Bakmi Sundoro, Bakmie Jawa dalam Kemasan Siap Saji
- 05 Okt 2026 14:43 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - CV. Sundoro Indonesia hadirkan makanan khas Daerah Istimewa Yogyakarta dalam bentuk kemasan siap saji melalui produk Bakmi Sundoro. Produk bakmi Jawa instan tersebut tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar mancanegara.
Pemilik UMKM Bakmi Jawa Instan, Raden Nganten Bintari Saptanti, mengatakan UMKM yang dikelolanya merupakan salah satu UMKM binaan Pertamina. Di tahun 2022, ia mendapatkan pembinaan terkait pengembangan kemasan hingga pengurusan berbagai dokumen dan perizinan untuk memenuhi kebutuhan pemasaran, termasuk ekspor.
Bakmi Sundoro merupakan produk pertama dan satu-satunya bakmi jogja dalam kemasan di Indonesia. Produk tersebut telah memiliki sejumlah sertifikasi, di antaranya SNI, HACCP, dan halal. Kemasan yang digunakan juga telah memenuhi standar FDA sehingga aman untuk pangan.
“Bakmi ini kami buat tanpa pengawet, tanpa pewarna, low karbo, dan kami buat dengan dua kali proses. Kami kukus, kemudian kami keringkan dengan dehidrator sehingga kadar gulanya nol. Aman untuk penderita kanker, diabetes, bebas gula,” ucapnya.
Bintari yang merupakan keturunan ketujuh dari Sri Sultan Hamengkubuwono II menjelaskan, nama Sundoro diambil dari nama kecil Sri Sultan Hamengkubuwono II, yakni Raden Mas Sundoro. Melalui nama tersebut, ia berharap kuliner Nusantara, khususnya kuliner khas Yogyakarta, dapat semakin dikenal hingga ke seluruh dunia.
“Siapapun orang Indonesia yang kangen Jogja, Sundoro adalah solusi praktis kangen Jogja,” katanya.
Saat ini, Bakmi Sundoro telah tersedia di lebih dari 300 supermarket di Indonesia. Produk tersebut juga telah dikirim ke sejumlah negara, seperti Singapura, Hong Kong, Australia, dan Belanda.
“Kalau ekspor paling jauh itu kemarin kita ngirim ke Amerika Serikat, ke Florida. Jadi, ada restoran Indonesia. Tapi, dia bakmi polosnya. Karena dia cocok dengan rasa bakmi kami,” ucap Bintari.
Dari penjualan Bakmi Jawa Instan tersebut, Bintari mampu meraih omzet sekitar Rp175 juta hingga Rp200 juta per bulan. Menurutnya, kondisi ekonomi turut memengaruhi penjualan yang sebelumnya dapat mencapai Rp300 juta hingga Rp350 juta per bulan.
Dalam kapasitas produksi, Bakmi Sundoro mampu memproduksi hingga sekitar 180 karton per hari. Dalam satu bulan, produksi dapat mencapai sekitar 1.800 karton, dengan setiap karton berisi 32 pcs produk.
Lebih lanjut, Bintari menambahkan kedepan, CV Sundoro akan memproduksi bakmi nusantara lainnya dalam kemasan instan atau siap saji.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....