Mie Ayam Wonogiri Lakaey Hadirkan Sensasi Kuliner Kalcer

  • 17 Sep 2026 09:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mie ayam masih menjadi salah satu kuliner yang dekat dengan masyarakat Indonesia. Hidangan berbahan dasar mi ini mudah ditemukan, mulai dari warung sederhana di pinggir jalan hingga tempat makan dengan konsep modern. Perkembangannya pun semakin beragam dengan hadirnya berbagai pilihan topping, bumbu, serta cara penyajian yang menyesuaikan selera konsumen.

Di Yogyakarta, salah satu sajian yang menarik perhatian adalah Mie Ayam Wonogiri Lakaey. Kuliner ini menawarkan sajian mi dengan karakter khas yang dipadukan dengan potongan ayam berbumbu, sayuran, daun bawang, serta pangsit. Perpaduan tersebut memberikan variasi tekstur dan rasa dalam satu mangkuk, sehingga menjadi pilihan bagi pencinta mie ayam.

Mie Ayam Wonogiri Lakaey juga menawarkan harga yang relatif terjangkau bagi konsumen. Dengan harga mulai dari Rp15 ribu, sajian ini dapat menjadi alternatif kuliner bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menikmati mie ayam di tengah aktivitas di Kota Yogyakarta. Konsep yang dibawa juga dinilai mampu mengikuti perkembangan selera konsumen, khususnya kalangan anak muda.

Dhea, salah satu konsumen, menyebut Mie Ayam Wonogiri Lakaey memiliki daya tarik tersendiri di tengah banyaknya pilihan kuliner mie ayam di Yogyakarta. Ia menilai konsep yang dihadirkan membuat sajian tersebut terasa dekat dengan tren kuliner anak muda. "Mie ayam kalcer yang ada di Jogja," ujar Dhea.

Saat ini Mie Ayam Wonogiri Lakaey memiliki tiga cabang di Yogyakarta. Ketiganya berada di kawasan Wirobrajan, Bumijo, dan Vast Seturan. Lokasi tersebut relatif mudah dijangkau dari sejumlah kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, sehingga memberikan pilihan bagi konsumen untuk menikmati mie ayam tanpa harus bepergian terlalu jauh.

Kehadiran mie ayam khas Wonogiri di Yogyakarta turut menunjukkan bagaimana kuliner daerah dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Mie ayam Jawa khas Wonogiri umumnya memiliki karakter rasa gurih dan manis, sementara pelaku usaha kuliner kini mengembangkan variasi topping dan penyajian untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. "Rasa khas daerah tetap bisa dipertahankan, tetapi penyajiannya dapat dibuat lebih mengikuti selera konsumen," katanya.

Perkembangan media sosial juga menjadi salah satu faktor yang membantu kuliner lokal semakin mudah dikenal. Foto makanan, video pendek, hingga konten ulasan dapat mendorong konsumen menemukan tempat makan baru. Bagi pelaku UMKM kuliner, kondisi tersebut membuka peluang untuk memperkenalkan makanan tradisional kepada pasar yang lebih luas. Dengan memanfaatkan tren tanpa meninggalkan karakter rasa lokal, kuliner seperti mie ayam khas Wonogiri dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari ragam pilihan kuliner Yogyakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....